LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat " Hari Dharma Wanita Nasional" (5 Agustus 2021) Ketua Umum LCT-Indonesia DADANG KARTAWIJAYA ,Ketua DPD JABAR D.Soeryadarma,SM

Senin, 19 Juli 2021

Manusia Terlahir Di Dunia Untuk Apa ?

Mr.PGM/Sutarno
(Pembina LCT-Indonesia)

OPINI MATANUSA -

Oleh : Mr.PGM/Sutarno (Dewan Pembina Pusat Laskar Cahaya Timur Indonesia, Cikarang 19 Juli 2021).

NU Penggerak Garda Masyarakat.

Diawali hidup dalam kandungan seorang ibu selama sembilan bulan sepuluh hari,(sempurnanya).

Kemudian terlahirlah sesuai ketetapan waktu yang telah Allah tentukan sesuai dengan kondisi dan situasi sosial kehidupan sang ibu yang melahirkannya.

Kita semua adalah bayi yang lahir atas kehendak pencipta dan dalam keadaan telanjang (tanpa busana) ,tanpa bekal apapun kecuali pisik tubuh yang dilengkapi dengan panca indra yang diawali telinga.

Baca Juga : Tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dimasa Pandemi.

Selanjutnya adalah mengikuti runtutan tatanan pertumbuhan sel-sel tubuh yang membangun pertumbuhan hingga berkembang menjadi manusia dewasa (berkat Asi),yang dibekali norma kehidupan di lingkungannya.

Kehidupan selanjutnya adalah mulai memiliki rasa dan pilihan sebagai  bentuk rencana dan cita kehidupan untuk masa depan umumnya manusia.

Namun semua manusia tak luput dari banyak hal yang terkait dengan tatanan hidup dan kehidupan yang beradab serta ber-budaya sesuai ajaran para orang tua yang mengasuhnya hingga sampai pada kreasi pilihan pribadinya.

Semua itu sudah dibuat batasan yang termuat didalam penjelasan bagi umat yg ber-agama melalui kitab yang disucikan oleh penganutnya,sejak zaman kitab  Taorat,Zabur,Injil  hingga turunnya Al Qur'an yang dilengkapi dengan perintah sujud kepada Allah SWT.

Lalu untuk apa sebenarnya manusia dihadirkan ke bumi yg Allah ciptakan..!??.

Sebagai ilustrasi.

Semua itu Allah lakukan se-umpama bermain  drama di panggung kehidupan umat ciptaannya demi memenuhi skenario atau konsepnya yang manjadi hiburan,dan sekaligus menguji kepatuhan umatnya terhadap penciptanya.

Walaupun malaikat sempat bertanya atau protes tentang rencana Allah tersebut Namun Allah lebih tau dari pada malakatnya.

Baca Juga : Dalam Rapat Bulanan, Bupati Distribusikan.

Untuk itulah kenapa Adam dan Hawa di turunkan dari Taman Firdaus ke Bumi malalui bentuk pelanggaran yang berakibat sanksi dan tidak bisa menolaknya.

Jadi kita semua hanya sekedar datang untuk bermain dan kemudian kembali dengan buku catatan pribadi sesuai amal ibadahnya untuk mendapatkan kembali surganya yang dulu ditinggalkan.

Tentunya bagi mereka yang gagal mencapai kembali ke surganya,maka sempurnanya Allah pun  siapkan Neraka bagi mereka.

Bagi yang menerima buku catatan pribadinya dengan tangan kanan,maka Surga tempat kembalinya mereka.akan tetapi bagi yang menerima buku catatan pribadinya dengan tangan kiri,sudah barang tentu kalian mengetahui dimana tempat kembali mereka.!??.

Lalu dengan tangan mana kita akan menerima buku catatan pribadi kita kelak nanti...!!??? Agar sedianya kita renungkan.

Anak Sukatani Bekasi  cinta NKRI.

Logo LCT-Indonesia.

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT

Share:

Tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Di Massa Pandemi ,Pemkot Sukabumi Keluarkan SE


D2

SUKABUMI KOTA MATANUSA-

Pemerintah Kota Sukabumi mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Sukabumi tentang pelaksanaan kegiatan kurban di masa pandemi covid 19, yang disebarkan ke seluruh Kecamatan, Kelurahan, MUI dan DKM se – Kota Sukabumi.

Dalam surat edaran tersebut dicantumkan tata cara pelaksanaan kurban dari mulai penjualan hingga pemotongan hewan kurban. Dalam penjualan hewan kurban beberapa syarat harus dipenuhi diantaranya tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid – 19.

Baca Juga : Dalam Rapat Bulanan,Bupati : Distribusikan Bantuan.

Sementara itu untuk kegiatan pemotongan hewan kurban, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya pemotongan hewan kurban dapat dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) pemerintah dan swasta yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Kota Sukabumi.

Sedangkan untuk penyembelihan hewan kurban diluar RPH harus memenuhi syarat  seperti pemotongan hewan kurban dilakukan pada fasilitas pemotongan hewan kurban yang sudah mendapatkan izin dari Pemerintah Kota Sukabumi melalui pihak Kecamatan setempat dengan mempertimbangkan status zonasi covid – 19, pemotongan hewan kurban hanya boleh dilakukan oleh pihak petugas pemotong hewan kurban dan pihak mudohi hanya dapat menyaksikan secara virtual.  Sedangkan pendistribusian  daging kurban dilaksanakan langsung oleh panitia ke rumah mustahik.

Sumber : Diskominfosan.Kabsi/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT

Share:

Dalam Rapat Bulanan,Bupati : "Distribusikan Bantuan Bagi Masyarakat Tepat Sasaran"

D2

SUKABUMI MATANUSA-

Rapat Dinas Bulan Juli yang berlangsung secara virtual dan Dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami berjalan dengan lancar,bertempat di Pendopo Sukabumi, Senin (19/7/2021).
Agenda rapat tersebut dibahas hal penting dan juga strategis, diantaranya evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.
Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah harus terdistribusi sesuai sasaran,

"Upayakan bantuan tersebut terkoordinasikan dan terdistribusikan dengan baik, saat ini ada bantuan dari Dinsos dari TNI dan Polri, saya meminta para kepala desa mendata dengan benar agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan serta orang yang betul betul membutuhkan bisa menerimanya dengan baik" pintanya.
Bupati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus melakukan upaya pengendalian dan penanganan dampak covid 19 diantaranya menyediakan tempat isolasi terpusat untuk pasien terkonfirmasi positif covid 19 di Pondok Saung Geulis, Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.


" di tempat isolasi tersebut terdapat 40 tempat tidur yang bisa digunakan pasien terkonfirmasi positif covid 19. Baik untuk tenaga kesehatan, ASN, Non ASN ataupun masyarakat yang bergejala ringan serta di sediakan makanan, obat-obatan, hingga tenaga medis yang memonitor perkembangan pasien" jelasnya.
H. Marwan Hamami menambahkan, tempat isolasi terpusat ini disediakan untuk mengurangi keterisian tempat tidur di rumah sakit sehingga, masyarakat yang bergejala ringan tidak harus dirawat di rumah sakit.
"Saung Geulis bisa dimanfaatkan untuk merawat pasien yang bergejala ringan. Sehingga, persoalan ruang isolasi di rumah sakit bisa terbantu," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Bupati, vaksinasi harus terus digalakan. Sehingga, ketahanan tubuh masyarakat terhadap covid 19 bisa semakin meningkat, oleh karena itu, perlu peran serta semua pihak dalam menyosialisasi berbagai hal kepada masyarakat.

"Kita harus bahu membahu dalam melawan covid 19. Sosialisasi yang dilakukan bisa membantu pencegahan penyebaran covid 19. Makanya perlu peran semua pihak. Termasuk kades yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ungkapnya.
Selain itu, H.Marwan meminta semua pihak mengantisipasi adanya mudik Idul Adha karena bisa menjadi potensi peningkatan kasus covid 19.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi H. Harun Alrasyid mengatakan, Saung Geulis sudah bisa digunakan sebagai tempat isolasi terpusat. Di tempat tersebut, terdapat 50 kasur. Namun yang digunakan untuk isolasi sebanyak 40 tempat tidur.
"10 tempat tidur untuk petugas dan sisanya dipakai untuk yang isolasi," bebernya.
Dirinya meminta seluruh kepala puskesmas beserta jajaranya terus melakukan testing, tracing, dan treatment (3T). Hal itu untuk mempercepat memutuskan mata rantai penyebaran covid 19.


Sementara itu, Kabagops Polres Sukabumi Kompol Suwardi menambahkan,
pembatasan mobilitas kendaraan telah dilakukan jajarannya seperti pembatasan di pintu keluar tol.
"Kendaraan dari luar daerah diputar balikan. Wilayah pantai pun kita tutup," bebernya.
Selain itu, tingkat kepatuhan masyarakat dalam memakai masker saat ini berada di angka 85 persen.
"Masih ada yang minim kesadarannya dalam memakai masker. Tapi kita terus lakukan sosialisasi," pungkasnya.

Sumber : Diskominfosan.Kabsi/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT

Share:

Ketua DPRD Apresiasi Kepada Petugas Garda PPKM

D.Soerya/R.Utama

SUKABUMI MATANUSA-

Kegiatan sosial bertajuk 'BABAKTI' Bantuan beas ti kang Yudha,merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Yudha Sukmagara dari Partai Gerindra kabupaten Sukabumi, Sekaligus monitoring pelaksanaan PPKM darurat di pasar bersama Muspika kecamatan Cisaat kabupaten Sukabumi. 

 ," Saya selaku ketua DPRD telah mengeluarkan surat agar seluruh anggota dewan turun ke masyarakat menyerap segala aspirasi serta berkoordinasi dengan gugus tugas covid-19 kecamatan . 

Ditengah kesulitan dampak sosial ekonomi dalam pemberlakuan PPKM darurat umumnya kepada warga masyarakat . 

Saya mengapresiasi kepada anggota dan petugas telah menjalankan tugas garda terdepan mensukseskan PPKM dalam konsentrasi bersama melawan covid-19 secara humanis dengan tetap kedepankan sisi kemanusiaan. 

Saya berharap dalam pendistribusian bansos yang dibantu oleh unsur TNI dan POLRI dapat benar tepat sasaran diterima oleh masyarakat yang benar berhak," Yudha , senin di aula kantor kecamatan Cisaat. 

Kanit Reskrim polsek Cisaat , Maulana Arief sekilas sampaikan mewakili kapolsek 

, " Melihat situasi kondisi dilapangan kami ucapkan terimakasih kepada Ketua DPRD atas perhatian turut membantu meringankan beban warga masyarakat dua desa Cisaat dan Sukamanah.

Red/D2

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT

Share:

Isolasi Terpusat Covid-19 Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI MATANUSA-

Peristiwa Dalam Gambar

Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan pelayanan dalam informasi,terkait tempat Isolasi terpusat Covid-19 Kabupaten Sukabumi.adapun Lokasi yang diinformasikan yaitu Di Pondok Saung Geulis Jalan Raya Situ Gunung KM 2.5 Desa Gunung jaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi Jawa barat.

Sumber : Diskominfosan.Kabsi/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT

Share:

Minggu, 18 Juli 2021

Miliki Posko Covid-19, Warga PCP Bantu Warganya Yang Sedang Isoman

Tampak warga Perum PCP,ketika sedang mengemas sembako makanan bagi warga yang positif Covid-19.

Red/Dondon

SUKABUMI MATANUSA-

Dorongan kemanusiaan terbersit dari tingginya rasa sosial warga masyarakat Perumahan Pondok Cidahu Permai (PCP) yang berada di Desa Babakan Jaya,Kecamatan Parungkuda,Kabupaten Sukabumi Jawa barat,dalam membantu warganya yang terkena postif Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri (Isoman).

"Jadi, kita bergerak melakukan kolaborasi antar warga di tingkat RT,RW, untuk menumbuhkan kesetiakawanan sosial,membantu warga yang positif Covid 19",Kata Mashudi warga Perum PCP kepada matanusa.net,Minggu (18/7/21).


Lanjut dikatakan Mashudi ,sebagai warga Perum PCP ,ia menyerukan kepada warga lainnya untuk bergotong-royong memberikan bantuan dan tenaganya dalam membantu warga yang sedang melakukan Isoman.

"Orang yang menjalani isolasi mandiri jangan  dikucilkan, justru membangun rasa gotong royong untuk masyarakat," Tegasnya.

Baca Juga : DKM Limanil Ikhlas Tenjoayu Bersama.

Rasa sosial ini memang inisiatif dirinya,dan secara spontanitas warga lainyapun mengikuti.alhamdulilah dengan kerja sama antar lingkungan Ke RT-an ini, semua warga PCP tergerak dalam membantu dan memberikan donasi bagi warga yang terkena atau positif Covid-19, khususnya di lingkup warga Perum PCP,Terangnya.

Untuk diketahui,saat ini perum PCP memiliki posko covid 19,yang berada di ke RW-an 05,dibawah kepemimpinan Andi sekaligus merangkap ketua satgas Covid-19 desa Babakan Jaya bekerja sama dengan ZIS Ke RT-an.


Editor : D2/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT

Share:

Advertorial

Advertorial