LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat " Hari Dharma Wanita Nasional" (5 Agustus 2021) Ketua Umum LCT-Indonesia DADANG KARTAWIJAYA ,Ketua DPD JABAR D.Soeryadarma,SM
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Mei 2021

Kementan Temui dan Bahas Bersama Bupati Terkait Budidaya Tanaman Ternak atasi Malnutrisi Stunting

Red

SUKABUMI MATANUSA -

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menerima kunjungan perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Pendopo Sukabumi. Dalam kunjungan tersebut dibahas kajian budidaya tanaman-ternak untuk mendukung penanganan mal nutrisi potensial stunting, Jumat (28/5/2021).
Ketua Tim Penanganan Stunting Kementerian Pertanian Republik Indonesia Nandang Sunandar mengatakan, pertemuan dengan H. Marwan untuk menyampaikan kajian budidaya tanaman dan ternak yang akan mendukung penanganan mal nutrisi potensial stunting di Kabupaten Sukabumi. Sehingga, akan terjadi penurunan angka stunting di Sukabumi.

"Stunting itu ada yang akibat medis dan non medis. Non medis ini, artinya kekurangan gizi dan nutrisi. Makanya, kami melakukan pendekatan khusus dengan melibatkan bidan desa, kader, dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dalam perbaikan gizi dan nutrisi untuk menangani stunting," ujarnya.
Penyediaan gizi dan nutrisi tersebut, menurutnya bisa dilakukan dengan memanfaatkan kembali lahan kosong di pekarangan rumah untuk menaman sayuran dan memelihara ayam. Apalagi, ayam merupakan sumber protein yang mudah didapat.
"Kita akan berikan lima ekor ayam unggul dengan karakter bertelurnya tinggi. Diharapkan setiap harinya ada dua ekor ayam yang bertelur. Dua ekor ayam yang bertelur ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga," ucapnya.


Selain itu, dirancang stimulan dengan memberi beras. Sebab beberapa keluarga stunting akibat mal nutrisi, akses ke pangannya rendah.
"Stunting ini urusan negara. Namun harapan kami ke depan, desa lewat sawah milik pemerintah desa bisa menanam beras yang hasilnya bisa membantu penyediaan bagi keluarga stunting," ungkapnya.
Dirinya berharap, strategi penanggulangan stunting berbasis tanaman-ternak ini bisa diadopsi oleh semua daerah. Apalagi, hasil pengujian selama beberapa pekan sudah nampak berhasil.
"Kita sudah pengujian selama 4-5 Minggu dan sudah cukup berhasil. Semoga bisa diadopsi ke depannya sebagai strategi penanganan stunting," terangnya.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengaku bersyukur adanya program ini. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memerlukan percepatan penanganan stunting di lapangan.
"Program penguatan nutrisi ini menjadi salah satu solusi tercepatan dalam menyelesaiakan masalah stunting. Bahkan konsep ini bisa membantu daerah lainnya," ungkapnya.


Diskominfosan/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT

Share:

Senin, 24 Mei 2021

Inisiasi Distan dan Miliki Luas 400 Ha,Panen Kedelai Di Sukabumi "Tiap Daerah Miliki Komoditas Unggulan"

Red/D2

SUKABUMI MATANUSA -

Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami melakukan Pencanangan Gerakan Panen Kedelai dan menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Opteker dan Kelompok Tani dalam komoditas Padi, Jagung, Kedelai dan Ubi kayu Kabupaten Sukabumi Tahun 2021di Kampung Cilandak Desa Pasiripis Kecamatan Surade, Senin (24/05/2021).


Kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan tersebut di inisiasi Dinas pertanian dengan Kelompok Tani Sumur Bandung, Menurut Kadis Pertanian Ir.H.Sudrajat MM menjelaskan bahwa Luas lahan untuk sektor kedelai mencapai 400 Ha. Tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Surade, Jampang Kulon dan Cibitung,


" ditahun ini rencana penanaman kedelai dikembangkan diluasan 800 Ha tapi baru sampai bulan mencapai 400 Ha, sisa-sisa yang memang belum ditanam kita akan tanam dan hasil ini pun sebagian akan menjadi bibit untuk ditanam" jelasnya.
Di tempat yang sama Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami mengatakan, pencanangan gerakan panen kedelai harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para kelompok tani. Apalagi dengan adanya kemudahan akses dari pemerintah pusat.


Hal penting lainnya, menurut Vupati, sudah ada yang siap membeli hasil panen dari para petani. Sehingga, para petani tidak perlu khawatir dalam memasarkan hasil panennya.
"masalah pengairan sudah tidak dikhawatirkan lagi. Sebab, ada rencana membangun bendungan di Cikarang, Kalau tidak sampai ke sini, kita coba buat bendungan lagi. Bahkan kita coba bikin embung. Sehingga, masyarakat dalam menanam tidak terganggu oleh musim," ungkapnya.
Bupati menambahkan bahwa pangan di Kabupaten Sukabumi menjadi prioritas nasional. Bahkan, beras Kabupaten Sukabumi selalu surplus.


"Sekarang kita tingkatkan potensi kedelai. Termasuk potensi lainnya di Kabupaten Sukabumi untuk menyejahterakan masyarakat. Kita ingin seluruh wikayah memiliki unggulan," pungkasnya.
Diketahui program ini merupakan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam sektor pertanian diantaranya melalui kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk menerima hasil pertanian, introduksi teknologi infomasi pertanian mobile melalui Aplikasi RITX di Kecamatan Sukaraja dan Rekruitment calon petani milenial Sebanyak 1000 Orang melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS).


Diskominfosan/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT



Share:

Kamis, 01 April 2021

Dalam Kondisi Panen Raya,Ramadhan Dan Lebaran Tahun Ini Distan Pastikan Stok Beras Aman

Kadis Pertanian Kabupaten Sukabumi,
Ir Sudrajat (Foto : Istimewa).


Reporter : Red/d2

SUKABUMI MATANUSA -

Jelang Ramadhan 1442 H pada bulan april 2021,hingga Idul Fitri ketersedian beras diperkirakan aman.karena pada dasarnya Akhir 2020 hingga april 2021 ,Dinas Pertanian memastikan Sukabumi dalam kondisi panen raya.

Memang benar,ketersediaan beras sepanjang ramadan hingga idul fitri di Kabupaten Sukabumi relatif aman. Karena memang, bertepatan dengan panen raya,ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi ,Ir Sudrajat,(1/4.21).

Lebih lanjut,Sudrajat menjelaskan ,bahwa luasan sawah padi yang panen pada Februari 2020 mencapai 40.650 hektare. Dari setiap hektare tersebut produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 5,8 hingga enam ton dan dari GKG diproses menjadi beras rata-rata berkurang 30 persen. 

Untuk itu,kami pastikan persediaan melimpah karena produksi beras lebih tinggi dibanding angka kebutuhan warga Kabupaten Sukabumi yang rata-rata setiap bulannya hanya sekitar 21 ribu ton,tukasnya.

Masih dikatakan Sudrajat,di kabupaten sukabumi mayoritas lahan pertanian padi merupakan sawah tadah hujan, sehingga petani sangat memanfaatkan musim hujan ini untuk dijadikan momen percepatan penanaman padi.

“Pada tahun 2021 proses produksi lagi bagus-bagusnya karena hampir di seluruh sawah yang sedang ditanami padi, hama dan penyakit hampir tidak ada, ditambah produktivitas sangat baik sehingga hasil diperkirakan melimpah,” jelasnya.

Terakhir,Nantinya jelang idul Fitri tahun ini Distan memastikan,untuk persediaan beras mencukupi apalagi bertepatan dengan pelaksanaan panen raya padi," tutupnya.

Foto : Wikipedia.

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Rabu, 10 Maret 2021

Mengadvokasi Juga Bantu Para Petani,Wali Kota Apresiasi Keberadaan Paguyuban Semar

SUKABUMI KOTA MATANUSA -

Acara panen raya yang diadakan oleh Paguyuban Semar ,Di hadiri Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi,Rabu, 10 Maret 2021.

Kegiatan berlangsung di Situ Endah Kecamatan Lembursitu. Hadir pula pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, serta Lurah Lembur Situ.

BACA JUGA : Atas Aspirasi Masyarakat,Wabup Apresiasi.

Wali Kota dalam sambutannya mengatakan bahwa Paguyuban Semar memiliki andil dalam mengadvokasi para petani, diantaranya dalam membantu para petani dalam pemasaran hasil tani mereka. Selain itu kehadiran Paguyuban Semar, juga membantu dalam ketahanan pangan diwilayah sekitar.

Baca Juga :KEK Pariwisata MNC Lido City .

Wali Kota  juga mengharapkan keberadaan sawah yang ada di Kota Sukabumi, bukan hanya bisa dimanfaatkan dalam pertanian tetapi juga menjadi destinasi wisata. Ia mengungkapkan destinasi wisata dengan objek pesawahan diminati oleh kaum milenial saat ini. 

Sumber : Infokom/Diskominfo/Red

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Sabtu, 06 Maret 2021

Kurangi Impor ,Presiden : Perkuat Lumbung Pangan Di Tiga Provinsi

Presiden Jokowi  didampingi Seskab Pramono Anung dan pejabat lainnya meninjau area lumbung pangan yang terletak di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, NTT.
 (Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis Jr).

NASIONAL MATANUSA -

Guna memperkuat ketahanan pangan nasional, pemerintah mengembangkan kawasan lumbung pangan atau food estate di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

“Penyediaan cadangan pangan nasional ini adalah agenda strategis yang harus kita lakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi COVID-19, yang sudah berkali-kali diingatkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) mengenai krisis pangan dunia. Hal ini juga untuk mengantisipasi perubahan iklim, serta juga tidak kalah pentingnya adalah mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas pada September tahun lalu.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pentingnya peningkatan produksi dan penguatan cadangan pangan menjadikan program pengembangan ini harus ditangani secara extraordinary, salah satunya lewat pendampingan yang intensif.

Baca Juga : Hampir Capai 80 Persen Pemkab Sukabumi.

Syahrul menambahkan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan memaksimalkan semua lini agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di kawasan lumbung pangan di tiga provinsi tersebut bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendamping/Detasering Pengembangan Kawasan Food Estate.

“Petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensinya sehingga dapat optimal bekerja, dengan kompetensi ini, para pendamping dapat memiliki kemampuan mendampingi dan mengawal para petani di food estate dalam melakukan budidaya, penggunaan alsintan [alat dan mesin pertanian] dan penanganan panen serta pascapanen,” ujarnya saat memberikan pembekalan dan pelepasan tim pendamping tersebut, di Jakarta, Kamis (04/03/2021).

Mentan menegaskan, tim ini menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan berbagai aktivitas lumbung pangan dari hulu ke hilir. Kehadiran pendamping bagi petani diharapkan membantu percepatan pengembangan lumbung pangan dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani serta pengembangan bisnis dan korporasi petani.

“Di pertanian itu yang terpenting adalah bagaimana kemauan kita bekerja, kuncinya harus fokus dan paham secara jelas dan detail apa yang kita kerjakan, apa target kita, pahami medannya, pahami siapa orang-orang yang harus kita kenal di lapangan, dan tentu harus diikuti juga dengan disiplin dan kerja sama yang baik” paparnya.

Baca Juga : Permudah Akses Masyarakat Dapatkan.

Untuk kesuksesan program food estate ini Mentan berkomitmen akan mendukung penuh upaya pendampingan bagi para petani, sebagai langkah yang sangat penting dalam mengakselerasi kegiatan pertanian di lokasi food estate.

“Ini langkah yang bagus, jangan ada kata mundur ataupun berhenti, kita harus fight, saya dukung penuh pendampingan ini, secara teknis semua unit kerja di Kementan harus ikut bekerja dan mendukung,” tegasnya.

Sebagai informasi, untuk tahap awal tim pendamping akan bekerja secara intensif selama tiga bulan ke depan, tim ini terdiri dari 70 orang tenaga fungsional yang meliputi para peneliti, penyuluh pusat, widyaiswara, dosen, pengawas benih tanaman, litkayasa, pengamat organisme pengganggu tanaman dan fungsional umum lainnya. 

Sumber : Setkab.(Kementan)Red.

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Selasa, 09 Februari 2021

Jembatan Bagi Para Petani dan Pasar,Closed Loops Cabai, Bupati Marwan Yakini Bisa Sejahterakan Petani

SUKABUMI MATANUSA -

Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuat nota kesepahaman project closed loops cabai secara virtual dari Pendopo Sukabumi, Pembuatan nota kesepahaman tersebut dilakukan juga oleh 14 mitra terkait. Senin (8/2/2021).


Menurut Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Bidang Perekonomian RI Yuli Sri Wilanti mengatakan, 14 institusi yang ikut menandatangani MoU ini di antaranya, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, KADIN, hingga kelompok tani.
"Nota kesepahaman ini, ada luang lingkup yang akan disepakati bersama. Mulai penyediaan bibit, pupuk, pendampingan, dan lainnya," paparnya.
Sri Wilanti juga menegaskan bahwa Kemitraan Closed Loops ini, bisa berjalan dari hulu sampai hilir. Dari produksi hingga pemasaran.
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengapresiasi Kemenko Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Berkat inisiasinya, bisa terselenggara acara penandatanganan nota kesepahaman ini.


"Terima kasih Kemenko Bidang Perekonomian yang telah menginisiasi sejak November 2020 lalu. Bahkan dari mulai audiensi, asesment ke kelompok tani cabai, sampai akhirnya dipilih Kabupaten Sukabumi sebagai pilot project," ujarnya.
Program Closed loops ini merupakan jembatan bagi petani dan pasar. Sehingga, suplai lebih maksimal dan produk serta harga lebih stabil. Sebab, closed loops ini menyinergikan rantai nilai pertanian. Mulai dari hulu hingga hilir untuk menyiptakan efisiensi yang berdaya saing dan berkeadilan.
"Saya yakini, program ini akan memberikan semangat, inovasi, serta kreatifitas baru. Sehingga, bisa diperoleh peningkatan hasil yang melimpah," ucapnya.
Bahkan, H. Marwan meyakini akan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Khususnya bagi petani cabai di Sukabumi.
"Saya harapkan ke 14 mitra terkait bisa bersinergi. Saya optimis program ini akan meraih kesuksesan seuai yang kita harapkan," ungkapnya.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sudrajat mengatakan, lahan yang digunakan untuk pilot project closed loops cabai ini seluas 1,5 hektare. Lokasi lahan tersebut berada di dua desa di Kecamatan Sukaraja.
"Lokasinya di Desa Langensari dan Selaawi. Nanti akan dikembangkan juga ke depannya. Sejauh ini baru melibatkan enam petani," bebernya.
Program closed loops ini, secara garis besarnya ialah pertanian yang maju. Di mana, proses penanaman hingga pasarnya telah tersedia.
"Dari sisi petani, sudah ada alat untuk menakar kebutuhan tanaman yang sesuai hingga proses panen. Ditambah adanya jaminan pasar dan pembiayaan bagi petani. Sehingga, petani tinggal fokus mengembangkan cabai yang dikelolanya," paparnya.
Pemilihan cabai sendiri dilakukan atas dasar fluktuasi harga yang tinggi. Selain itu, penanaman di Sukabumi pun cukup bagus.

"Makanya, pendistribusiannya bekerjasama dengan pabrik sambal yang memerlukan stok cabai melimpah," pungkasnya. 

Sumber : Red/Kominfosan.kabsi

Editor     : D2.

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Senin, 12 Oktober 2020

Dalam Kunjunganya Menteri Pertanian Berikan Apresiasi Bagi Distapang Kabupaten Sukabumi


SUKABUMI MATANUSA-

Giat kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi,Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam rangka memantau kondisi ketahanan pangan di sejumlah tempat antara lain di Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Desa Sukaresmi Kecamatan Cisaat serta area pertanian di Kecamatan Cicurug, Senin (12/10/2020).
Didampingi Pjs. Bupati Sukabumi, R. Gani Muhamad, Menteri Pertanian mengunjungi Rice Milling Unit (RMU) BUMR Koperasi Ar. Rahmah di Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja.

RMU merupakan jenis mesin penggilingan padi generasi baru yang praktis dan mudah dioperasikan, karena proses pengolahan gabah menjadi beras dengan alat ini dapat dilakukan dalam satu kali proses.
Mentan, Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi yang menurutnya terjamin dengan baik.


"Kita melihat sesuai apa yang ada. Ketahanan pangan (di Kabupaten Sukabumi) terjamin dengan baik, walau demikian harus tetap dijaga kuantitas dan kualitasnya" ungkapnya
Mentan meyakini terjaganya sektor ketahanan pangan akan berdampak positif kepada pendapatan petani," tambahnya.
Usai di Sukaraja, peninjauan dilanjutkan ke peternakan kambing, domba, dan sapi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat. Hal tersebut terkait dengan ketersediaan kebutuhan daging.
" Tidak hanya ketahanan pangan, daging pun kita chek. Sebab, nutrisi dan ketahanan gizi menjadi sangat penting di suasana covid 19," imbuhnya.


Terkait pandemi, Syahrul Yasin Limpo juga menegaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan memiliki trend positif tengah kondisi pandemi covid 19 pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pertanian meningkat. Dengan pertumbuhan yang membaik, termasuk meningkatnya kesejahteraan petani.
"Berdasarkan data BPS, sektor petani membaik. Itu pertanda akselerasinya baik," tegasnya.
Kunjungan kerja Menteri pertanian diakhiri dengan peninjauan ke area pertanian di Cicurug.
Peninjauan lahan pertanian relevan dengan agenda Mentan ke Sukabumi, yakni untuk memastikan ketersediaan pangan proses korporasi petani dari on farm ke off farm terkoneksi dengan kuat.
"Kita melihat proses itu. Agar on farm dan off farm terhubung. Ketersediaan produktifitas bagus, dan penyerapan juga harus bagus," pungkasnya.


Laporan : Red/Kom
Editor : D2

Print Friendly and PDF


REDAKSIONAl
Share:

Advertorial

Advertorial