LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat " Hari Dharma Wanita Nasional" (5 Agustus 2021) Ketua Umum LCT-Indonesia DADANG KARTAWIJAYA ,Ketua DPD JABAR D.Soeryadarma,SM
Tampilkan postingan dengan label UKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UKM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2021

Nota Kesepahaman Bersama Pemerintah Dalam Sinergitas,Guna Mendorong UKM Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah

Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Mendag, Menkop UKM, Wamenag, dan Ketum Kadin Indonesia untuk meningkatkan peran UKM dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah asal Indonesia. ,
 Rabu (13/01/2021) secara virtual. (Foto: Humas Kemendag).

NASIONAL MATANUSA -

Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersinergi dalam meningkatkan peran usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Sinergi tersebut diwujudkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama, Rabu (13/01/2021) secara virtual.

BACA JUGA : Dalam Program Vaksinasi Massal.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dilakukan oleh Mendag Muhammad Lutfi, Menkop UKM Teten Masduki, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, dan Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani di kantor masing-masing dan terhubung secara virtual. Tema penandatanganan yang diusung yaitu “Optimalisasi Peran Usaha Kecil dan Menengah dalam Memenuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah”.

“Penandatanganan ini membuka peluang untuk mendorong ekspor produk-produk UKM ke Arab Saudi dalam upaya memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia. Kerja sama ini juga memberi kesempatan lebih besar bagi UKM Indonesia untuk berkontribusi dalam peningkatan ekspor nonmigas,” ujar Mendag dalam pernyataan tertulisnya yang dilansir laman kemendag.go.id.

Kegiatan ini, imbuhnya, sekaligus menjadi langkah percepatan ekspor nonmigas di masa pandemi, termasuk pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.

Mendag mengatakan, terdapat potensi pasar di Arab Saudi yang datang dari kebutuhan makanan dan minuman jemaah haji dan umrah asal Indonesia ketika berada di sana, dan hal ini bisa dimanfaatkan sebagai peluang ekspor.

“Kita bisa melihat bahwa ada niche market orang Indonesia yang setiap tahunnya pergi ke Tanah Suci, perlu asupan makanan, dan kangen produk-produk dan makanan Indonesia. Kami ingin produk-produk Indonesia bisa menjadi subjek utama produk-produk nonmigas kita di sana, terutama yang berasal dari para pelaku UKM,” ujarnya.

Sementara itu, Menkop UKM Teten Masduki menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini adalah bentuk keberpihakan Pemerintah terhadap pengembangan ekspor produk UKM ke Timur Tengah.

“Kerja sama ini merupakan wujud optimisme di awal tahun, yang menunjukkan bahwa UKM mampu bertahan di tengah pandemi yang belum usai,” kata Teten.

Teten menambahkan, aksi kolaboratif ini merupakan kunci sukses untuk memajukan UKM Indonesia dan sebagai komitmen Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Adv.

“Sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, UKM harus dapat terus bertransformasi agar bisa berdaya saing di pasar domestik dan global. Salah satu program prioritas Kemenkop UKM dalam mendukung upaya transformasi ini adalah dengan memastikan UKM Indonesia bisa masuk ke rantai pasok, khususnya di jalur ekspor yang mana terlihat dari sinergi dalam kegiatan ini,” kata Menkop UKM.

Di lain pihak, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa kerja sama ini dapat semakin mendukung pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia di Tanah Suci.

“Kehadiran jemaah haji dan umrah itu tentu perlu diberikan dukungan untuk memenuhi kelengkapan mereka di Tanah Suci. Mulai dari kain ihram, perlengkapan ibadah seperti alas salat dan tasbih, hingga tentunya makanan dan minuman yang ada. Karenanya, kami amat mendukung adanya nota kesepahaman ini,” kata Wamenag.

Selain Nota Kesepahaman Bersama, juga dilakukan penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama antar Kemendag, Kemenag, Kemenkop UKM, dan Kadin untuk meningkatkan peran UKM ini.

Ketum Kadin Rosan P. Roeslani menyampaikan dukungannya terhadap kerja sama ini.

“Kami sepenuhnya mendukung Nota Kesepahaman Bersama dan Perjanjian Kerja Sama ini untuk menciptakan sinergisitas para pemangku kepentingan dalam mengoptimalisasi peran UKM untuk memasuki pasar ekspor, terutama dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah,” ujar Rosan.

Rosan berharap dengan adanya kerja sama ini tidak hanya akan membuka peluang ekspor ke Arab Saudi, tetapi juga ke negara-negara Timur Tengah lainnya.

Data Kementerian Agama menunjukkan, jumlah Jemaah haji Indonesia tahun 2018 dan 2019 masing-masing sebesar 204 ribu dan 221 ribu orang. Sementara itu, jemaah umrah Indonesia tahun 2018 dan 2019 rata-rata mencapai 1 juta orang.

Sejak 2019, Kemenag telah mewajibkan penggunaan produk Indonesia kepada penyedia jasa layanan haji di Arab Saudi. Berdasarkan data Kemenkop UKM dan Kadin Indonesia, pelaku UKM Indonesia memiliki potensi untuk memenuhi permintaan atas kebutuhan-kebutuhan tersebut.

BACA JUGA : Bupati Dorong Kinerja Dan Pelayanan.

Kerja sama ini berpotensi menggenjot ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi melalui pengadaan produk-produk UKM untuk kebutuhan haji dan umrah seperti makanan dan minuman dalam bentuk kecap, saus sambal, kopi, hingga teh.

Beberapa produk lainnya yang juga dapat digenjot ekspornya adalah toiletries seperti handuk, sabun, sampo, dan pasta gigi; serta kebutuhan transportasi darat selama berada di Arab Saudi. Kebutuhan produk tersebut dalam layanan jemaah haji dan umrah terbilang cukup besar. 

Sumber : (HUMAS KEMENDAG/UN) 

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Senin, 16 November 2020

Pjs Bupati Sukabumi Apresiasi Koperwan " Dorong Kesejahteraan Pelaku UMKM Melalui Sertifikat Halal "


SUKABUMI MATANUSA -

Koperasi Peran Serta Wanita (Koperwan) menyosialisasikan sertifikat halal kepada pelaku UMKM Sukabumi di Auditorium Yasti Center Cisaat. Kegiatan yang dihadiri Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad tersebut juga mengelar pameran produk halal UMKM Jawa Barat. Senin (16/11/2020).

Kegiatan bertema "dengan produk UMKM yang  bersertifikat halal, maka akan meningkatkan mutu dan kepuasan konsumen" ini, dilaksanakan selama dua hari sejak 16-17 November 2020. Selama pelaksanaan kegiatan, menerapkan protokol kesehatan.

R. Gani Muhamad mengapresiasi, terselenggaranya kegiatan yang melibatkan UMKM. Bahkan penyelenggaraan itu memerhatikan protokol kesehatan. "Di tengah pandemi covid 19 yang belum berakhir ini, harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, tidak panik dan disiplin menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan)," ujarnya.

Baca Juga : Jadikan Pancasila Mengakar di Bumi NKRI

Menurutnya, pandemi covid 19, menghancurkan perekonomian di semua daerah. Bahkan, sektor perdagangan berskala kecil ikut terdampak. "Perekonomian belum pulih semenjak pandemi covid 19. Pemerintah membuat berbagai kebijakan untuk menggerakan sektor perekonomian," ucapnya.


Momentum kali ini, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan UMKM di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi. Bahkan, lewat kunjungan kerja staf ahli Kementerian Koperasi dan UKM dapat melihat secara langsung. Terutama mengenai dunia usaha dan industri di Sukabumi. "Semoga kehadiran staf ahli beserta jajaran dapat mendorong dan membantu UMKM di Sukabumi melalui berbagai kebijakannya," ungkapnya.

Ditempat yang sama Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi UKM Luhur Pradjarto mengatakan,kegiatan ini sebagai wujud keberpihakan pemerintah kepada UMKM. Apalagi, UMKM turut terdampak covid 19. "Sosialisasi sertifikat halal ini momen luar biasa. Mendorong UMKM bisa memproses sertifikat halal," terangnya.


Meskipun, menentukan produk halal itu cukup komplek. Sebab, harus mengetahui proses dari awal sampai akhir. "Contoh ayam hewan yang halal dimakan. Ketika prosesnya tidak syar'i, bisa jadi tak halal," bebernya.

Namun, produk yang telah tersertifikasi halal akan berpengaruh besar. Terutama kepada omzet perusahaannya. "UMKM yang sudah sertifikat halal, omzetnya meningkat tinggi," paparnya.

Dalam kegiatan tersebut, R. Gani Muhamad beserta tamu undangan lainnya meninjau stand pameran produk halal.

Laporan : Red/Kom

Editor     : D2

Print Friendly and PDF


REDAKSIONAl
Share:

Rabu, 23 September 2020

Digitalisasi ‘Marketing’ Peluang UMKM Selamat Dari Pandemi

 

Infografis Banpres Produktif bagi Usaha Mikro. (Sumber Kemenkeu).

JAKARTA MATANUSA -

Kondisi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan peran pemerintah untuk bertahan hidup. Untuk selamat dari pandemi, UMKM dalam negeri dituntut cepat beradaptasi agar usaha terus berjalan.

Staff Khusus Kementerian Koperasi dan UMKM Riza Damanik menjelaskan ada 3 cara UMKM yang paling optimal dalam beradaptasi dalam situasi pandemi.

Pertama, mengurangi jam kerja, kedua mengurangi jam produksinya dan ketiga melakukan digitalisasi marketing. Di samping itu, kata Riza, yang dibutuhkan lebih dari 90% UMKM saat ini adalah solusi pembiayaan untuk bisa bertahan atau bangkit.

“Dari survei cepat ADB diketahui bahwa 91,8% persen UMKM mengharapkan pinjaman tanpa bunga dan/atau tanpa agunan. Selain itu, 89,5% persen UMKM juga membutuhkan hibah dari pemerintah. Kami dari Kementerian Koperasi dan UMKM ingin membekali UMKM untuk bisa bertahan dan bisa meningkatkan perekonomian,” jelasnya sebagai narasumber dalam talkshow bertajuk “Mendorong Usaha Mikro Bertahan di Masa Pandemi,” Selasa (22/9) yang disiarkan Channel FMB9.

Baca Juga : Bupati Sukabumi Tandatangani Prasasti.

Pihaknya kata Riza telah menyiapkan dua skema yang juga sejalan dengan program Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN). Pertama ialah memperkuat UMKM yang sudah bankable atau terintegrasi dalam sistem perbankan, skemanya seperti restrukturisasi pinjaman, insentif pajak, mempermudah akses pembiayaan dan modal kerja baru, termasuk pembiayaan koperasi.

Skema kedua ialah UMKM yang unbakable atau belum terintegrasi dalam sistem perbankan yang disokong melalui bansos dan banpres. “Satu sisi bisa membuat UMKM bertahan, di saat yang sama bisa menjadi bekal bagi usaha mikro untuk bisa bertransformasi nantinya bisa masuk ke skema yang bankable sehingga bisa lebih kokoh nantinya,” Riza memperjelas.

Lalu untuk tahap pertama penyaluran bantuan presiden produktif hingga akhir September kata Riza akan dikejar sebanyak 9,1 juta UMKM dengan nilai Rp22 triliun. Masing-masing UMKM menerima bantuan sebesar Rp2,4 juta. Untuk realisasinya per 21 September sudah mencapai 5,9 juta lebih UMKM yang menerima dan nilainya Rp14 triliun dengan realisasi 64,5%. Sisanya masih 3,2 juta lagi. Hari ini ditarget 72,85% dengan penerima 1,7 juta UMKM dan nilainya Rp4,2 triliun.

“Sisanya akhir September ini masih ada 1,4 juta UMKM lagi dan nilainya Rp3,5 triliun,” ujarnya. Setelah September tahap kedua akan dikejar lagi sisa penerima bantuan presiden sebesar 12 juta UMKM,” masih kata Riza.

Kemenkop dan UMKM terus mendorong UMKM untuk melakukan inovasi dengan memberikan pelatihan-pelatihan berbasis daring sehingga diharapkan UMKM dalam negeri bisa berinovasi seperti memanfaatkan e-commerce dalam memasarkan produk-produknya.

Narasumber lain yang turut hadir, Direktur Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) Supari menyebut saat ini sudah masuk pada bulan ketujuh masa pandemi atau tepatnya September ini. UMKM berjuang untuk terus bertahan dengan berbagai cara.

“Para pelaku UMKM ini tabungannya sudah habis pada bulan kedua (pandemi). Sekarang mereka untuk makan butuh pertolongan pihak ketiga. Pihak ketiga itu siapa? Ini pemerintah punya peran,” ungkapnya.

Nah, menurut Supari, Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Koperasi dan UMKM dan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif dari Presiden Joko Widodo adalah salah satu cara menyelamatkan UMKM. BRI katanya memiliki jaringan data UMKM yang dibutuhkan pemerintah. Ia menjabarkan saat ini dalam ekosistem UMKM terbagi ke dalam 4 segmen.

Pertama Pelaku UMKM yang sangat rentan sekali dan perlu dibantu bansos atau Banpres produktif. Kedua, yang hanya bisa bertahan hidup dan jika memiliki pinjaman harus direkstrukturisasi.

“Jika situasinya pulih (dari pandemi), mereka butuh modal kerja, kalau tidak mereka hanya stuck di situ saja. Dan begitu persaingan usaha sudah berjalan, mereka akan kalah,” Supari menjelaskan. Makanya untuk segmen ini pemerintah telah menyiapkan bantuan lunak berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Segmen yang ketiga, pelaku UMKM yang memiliki dana simpanan yang cukup tetapi belum mengembangkan usaha meski sudah menemukan potensi usaha baru. “Mungkin yang dulu hanya berjualan pakaian jadi, dan ketika melihat pertumbuhan penjualan pakaian seperti daster, maka dia akan ikut menjual itu,” lanjut Supari.

Ketika itu terjadi, para pelaku UMKM seperti itu membutuhkan tambahan modal usaha. Karena cashflow-nya menjadi terganggu dan restrukturisasi menjadi sangat penting. Di sini, menurutnya pemerintah harus segera memberikan dukungan penuh pada para pelaku usaha baik yang menjual produk ataupun jasa dan atraktif pertumbuhannya perlu di-support modal kerja.

Baca Juga : Peninggalan Zaman Kolonial Akhirnya.

Lalu segmen keempat, pelaku UMKM yang memiliki dana simpanan banyak dan memiliki pinjaman kecil atau tidak sama sekali dan bisa bertahan selama 12 bulan ke depan. Para pelaku usaha ini tumbuh dan bisa saja sudah menemukan model usaha baru.

Ia mencontohkan pelaku usaha pandai besi berupa tukang las, membuat pagar besi dan sejenisnya, saat ini mungkin sudah tidak menerima pesanan lagi. Tetapi ia bisa mengalihkan dana simpanannya dan beralih usaha menjadi berjualan wastafel atau alat-alat cuci tangan yang saat ini memiliki kebutuhan tinggi.

“Dan seluruh segmen ini, pemerintah sudah ambil peran lewat berbagai program lewat skema stimulus. Dan semua sudah menjangkau UMKM. Tinggal nanti bagaimana mengendalikan masalah kesehatan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Supari optimis jika hal ini berjalan dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 ini akan membaik seperti sediakala. Karenanya, Supari sampaikan para pelaku UMKM harus terus dibantu melalui bansos dan banpres produktif selama pandemi berlangsung. Sampai saat ini saja Supari menyebut penerima bantuan yang disalurkan BRI sudah mendekati 2 juta UMKM dan BRI saat ini sedang memvalidasi data sekitar 3 juta UMKM lagi yang akan menerima bantuan hingga akhir September.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu penerima Banpres Produktif ialah penjual jamu gendong, Narsih yang menggeluti usaha ya selama 25 tahun. Ia menggunakan Banpres itu untuk modal dalam menggerakkan usahanya.

Ia mengaku proses menerima bantuan tidak ada kendala dan selaku nasabah BRI hanya mengisi formulir penerima bantuan. “Saya ditelepon BRI Cipulir, dipanggil disuruh ke (kantor) BRI, enggak tahunya dapat Banpres dua juta empat ratus rupiah. Saya buat usaha beli alat-alat jamu, sama rombong (gerobak) jamu dan sepeda, buat sehari-hari jualan,” ungkapnya.

Sumber : Humas (Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan PEN/EN)

Print Friendly and PDF


REDAKSIONAL
Share:

Rabu, 02 September 2020

DISKOP UKM RESMIKAN GERAI UMKM CIJERUK

 

BOGOR MATANUSA-

Gerai forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Cijeruk, di resmikan kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Asep Mulyana Sudrajat.

Menurut Asep, diresmikannya gerai UMKM Kecamatan Cijeruk itu merupakan salah satu program yang muncul sebagai inovasi kreatifitas dari Camat Cijeruk Hadijana. Dimana, bertujuan untuk membantu serta mendukung para pelaku UMKM yang ada di wilayah Kecamatan Cijeruk.

“Jadi ini adalah bentuk inovasi dari beliau yang ingin menumbuh kembangkan hasil produk UMKM yang ada di wilayah Cijeruk. Apalagi kan, Ibu Bupati juga mempunyai program untuk memasarkan produk – produk UMKM di Kabupaten Bogor. Sehingga, ibarat gayung bersambut apa yang dilakukan Camat Cijeruk dengan inovasi atau mempasilitasi tempat bagi para UMKM patut diapresiasi,” katanya kepada wartawan. Rabu (2/9/2020).

adv.


Selain tempat, lanjut Asep, Pemerintah Kecamatan Cijeruk juga memberikan fasilitas lainnya yakni berupa jaringan internat wifi gratis. Disamping adanya taman yang bisa mendukung UMKM lebih semangat berekpresi dalam bekerja serta lebih menghasilkan produknya.

“Kondisi yang nyata seperti ini harus kita dorong agar pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM lebih baik lagi. Terlebih, beliau akan mendorong Bumdes supaya memberikan penyertaan modal untuk pelaku UMKM,” ungkapnya.

Ia menerangkan, saat ini bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM sendiri lebih ke umum. Dimana, ada empat lembaga yang boleh mengajukan permohonan bantuan diantaranya Dinas Koperasi, Koperasi, Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Perbankan.

“Untuk hal itu, kebetulan kita sendiri masih menginput data untuk usulan tersebut. Tapi bagaimanapun juga, kita berharap semoga pelaku UMKM ini tetap semangat serta rajin lagi memproduksi makanan hasil produknya yang bisa dipasarkan ditengah – tengah masa pandemi Covid-19 ini,” terang Asep.

Sementara, Camat Cijeruk Hadijana menyatakan dengan telah diluncurkan dan diresmikannya gerai UMKM Cijeruk ini diharapkan dapat membantu pengembangan UMKM yang ada diwilayah Kecamatan Cijeruk

“Intinya kita membantu dalam pengembangan UMKM di Cijeruk. Apalagi ada dukungan ekpresi program pak Kadis ditengah pandemi Covid-19, insya Allah UMKM ini dapat berkibar kembali,” tegasnya.

Baca Juga : Panitia Pilkades Ciburayut Genjot.

Ia pun mengklaim, dari 300 UMKM di Cijeruk dipastikan berpotensi untuk dikembangkan. Sehingga, perlu terjalin koordinasi dengan pemerintah desa masing – masing demi mengembangkan usaha para pelaku UMKM.

“Nanti, kita dorong juga melalui Bumdes nya agar bisa menyiapkan penyertaan modal Bumdes, artinya dapat memberikan pinjaman modal kepada UMKM. Dengan begitu, ditengah situasi pandemi ini mereka bisa tetap bekerja. Setidaknya untuk kebutuhan pengembangan usaha mereka kedepannya,” ujar Hadijana.

Rencananya, kedepan Hadijana bakal tetap terus membuka gerai UMKM dihalaman kantor kecamatan tersebut. Termasuk, siap menggelar even – even dengan menyesuaikan pada protokol kesehatan. Misalnya, melalui kegiatan olah raga senam dihari minggu yang dibatasi. Kemudian menyelenggarakan even di wilayah setiap desa, dimana kendaraan gerai ini wajib hadir.

Untuk diketahui peresmian gerai UMKM dilaksanakan di halaman kantor kecamatan Cijeruk dengan dihadiri oleh Kapolsek Cijeruk, Danramil 2123 Cijeruk - Cigombong, Ketua UMKM Kabupaten Bogor, Ketua UMKM Kecamatan Cijeruk, para Kepala Desa dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Laporan : Raden

Editor.    : D2.


Share:

Advertorial

Advertorial