LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat "Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN " 15 JUNI 2021. Ketua Umum DPP LCT-I DADANG KARTAWIJAYA - Ketua DPD LCT-I Jabar D.SOERYADARMA,Sm
Tampilkan postingan dengan label Sukabumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukabumi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juni 2021

Rakor Evaluasi PPKM ,Bupati "Lakukan Kerjasama Masyarakat Dan Satgas ,Kondisi Akan Kembali Normal"

Red

SUKABUMI MATANUSA -

Rapat Koordinasi dengan agenda Evaluasi Perkembangan Pelaksanaan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Mikro di 34 Propinsi melalui Video Conprence,diikuti oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami,Senin, (14/6/21).

Dalam kesempatan Rakor Airlangga Hartarto mengatakan Rakor ini dibahas Update jumlah kasus aktif covid 19 per Propinsi dan perpanjangan penetapan PPKM Mikro pada 15 s/d 28 Juni 2021, tak hanya itu Protokol Kesehatan terus di perketat serta pengendalian penyebaran covid terus dilakukan,

Baca Juga : 8 Tahun Anniversary LCT - Indonesia Ketua Umum.

Airlangga juga menekankan bahwa Kegiatan Belajar di zona merah  dilaksanakan  secara daring, dan yang zona kuning pelaksanaannya dibagi dua gelombang yang diatur dengan Protokol Kesehatan secara ketat,Jelasnya.

" Kita ketahui bersama bahwa kasus harian meningkat hari ini kasus aktip perhari ini  sebanyak 115.137 dan kasus hariannya 8.189, untuk itu kita tidak henti hentinya berusaha menurunkan kasus covid 19 dengan bekerjasama bahu membahu" ungkapnya.

Sesuai arahan arahan Presiden, lanjut Airlangga,  Kurva penyebaran Covid 19 harus bisa diturunkan. Dan  para kepala daerah bisa menambah fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan covid 19.


" Lonjakan peningkatan Covid  per propinsi diantaranya DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena itu tempat tidur dan Isolasi harus benar benar diperhatikan terutama bagi Kab/ Kota yang zona merah, pesan Presiden target vaksinasi adalah 1 juta orang perhari sehingga  seluruh masyarakat dapat segera tervaksinasi" jelasnya.

Terkait PPKM Mikro pada tanggal 15 Sd 28 Juni 2021 nantinya akan dibuatkan Instruksi Mendagri dan juga di wilayah ditetapkan oleh gubenur, kemudian Bupati dan Walikota, jadi dalam penangannya semuanya bersinergi,

" saya berharap kerja keras kita untuk menurunkan kasus kasus covid ini benar benar didukung oleh semua pihak sehingga antara pemerintah pusat dan daerah bersinergi untuk mempercepat penurunan covid serta pemulihan  perekonomian bisa berjalan dengan baik" imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi  menegaskan bahwa daerah harus betul betul menyikapi persoalan dan  bisa memutus mata rantai penyebaran covid serta mendorong pertumbuhan ekonomi,

" jadi, perlu kesepahaman dan juga perlu itikad  kuat kita semua  dalam menekan penyebaran covid, karena itu masyarakat dan satgas harus bisa bekerjasama, In sha Allah kondisi  akan kembali normal dan kita bisa beraktivitas kembali seperti sediakala" demikian disampaikan Bupati
.

Diskomunfosan.Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT




Share:

Senin, 14 Juni 2021

Perkaya Pengetahuan Bagi Kepala Daerah,5 Hari Wabup Sukabumi Ikuti Pembekalan Kepemimpinan

Wakil Bupati sukabumi,H.Iyos Somantri.
(Foto : Istimewa).
Red/D2

SUKABUMI MATANUSA -

Kegiatan pembekalan kepemimpinan pemerintah dalam negeri bagi Kepala Daerah tingkat II Non Petahana hasil Pilkada 2020 yang dilaksanakan secara virtual,dalam beberapa gelombang diikuti oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri.

Acara yang diikuti Wabup dari Kantor BKPSDM Kab. Sukabumi tersebut secara Virtual,dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI H. Tito Karnavian. Senin (14/6/2021).

Berdasarkan keterangan ,Kegiatan yang dibuka dalam beberapa gelombang ini, akan diikuti H. Iyos Somantri selama lima hari terhitung tanggal 14 s/d 18 Juni 2021.

H. Tito Karnavian mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk pengembangan SDM. Terutama dalam memperkaya pengetahuan para Kepala Daerah.

Baca Juga : Optimalkan dan Kawal Implementasi PPKM Mikro.

Sebelumnya pembekalan kepemimpinan gelombang pertama sudah diselesaikan, pembekalan dihadiri oleh para pejabat Bupati dan wakil Bupati yang pernah bertugas artinya pertahana dan materinya agak berbeda antara pertahana dan non pertahana karena Pertahana sudah mempunyai jam terbang sementara non pertahana belum memiliki pengalaman sebagai kepala daerah serta berasal dari berbagai latar belakang ada dari birokrat, TNI/Polri, Swasta, seniman  dan lainnya.

“Materi yang diberikan akan berbeda antara Kepala Daerah Petahana dan Non Petahana,  Petahana jam terbangnya sudah ada. Sehingga tidak diberi materi dasar kepemimpinan dan pemerintahan,” ujarnya.

Mendagri meminta Kepala daerah melakukan inovasi di daerah masing-masing dengan tujuan meningkatkan kualitas kinerja, mendorong kesejahteraan dan kemudahan pelayanan masyarakat.

” Pada Kesempatan ini memang kita ingin memberikan masukan karena tugas dari pada kemendagri adalah pembinaan dan pengawasan dari mulai Kepala Daerah sampai dengan desa, kemudian  juga DPRD tingkat II yang dibina oleh Kemendagri sesuai degan Undang Undang.

Baca Juga : Berupaya Agar Dapat Mengembangkan dan.

” karena itu, kepada Kepala daerah yang baru, Kemendagri sangat penting ikut memberikan pembinaan dengan materi yang bermanfaat bagi peningkatan kapasitas Kepala daerah untuk melaksanakan tugasnya yang tidak ringan”, tambahnya.

Akhirnya Mendagri berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati yang mengikuti pembekalan ini bisa mengikutinya dengan sungguh sungguh, menyerap materi pembekalan serta mampu menerapkannya secara baik dalam program pembangunan di daerah.

Diskominfosan/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Minggu, 13 Juni 2021

Ngopi Dialog Interkatif ,Ketua DPRD : "Pertanian Harus Menjadi Leading Sektor di Sukabumi"

Reporter : R.Utama/D2

SUKABUMI MATANUSA -

Bertempat di Salah satu Cafe di Sukabumi,bahas tentang Pertanian menjadi obrolan hangat bagi kalangan milenial yang tergabung dalam Pemuda Tani Indonesia Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi bersama orang No 1 di Legislatif yaitu Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara.

Kali ini isu hangat yang di bahas yaitu terkait dunia pertanian.acara yang bertajuk Ngobrol Seputar Pertanian (Ngopi) yang dilangsungkan di salah satu Cafe Sukabumi, dihadiri juga oleh Anggota DPRD Komisi II Provinsi Jawa Barat, A Sofyan,Sabtu (12/6).

Poin penting yang dihasilkan dari pertemuan ini, Yudha Sukmagara menegaskan dunia pertanian harus kembali menjadi leading sektor utama di Kabupaten Sukabumi.

Yudha menyatakan apresiasi sekaligus mendukung penuh kalangan milenial yang mau memikirkan sektor Pertanian yang saat ini sudah mulai jarang dilirik kaula muda.

"Diskusi interaktif bersama sahabat pemuda tani dengan berbagai pembahasan aspirasi harus kita tampung di luar masa reses dewan.

"Beberapa isu pertanian yang dibahas mulai dari lahan HGU yang banyak dikuasai oleh perusahaan, konflik agraria, dan bagaimana nasib Petani Sukabumi agar kehidupannya makmur sejahtera," ungkap Yudha Sukmagara.

Sejumlah upaya dijanjikan akan didorong DPRD Kabupaten Sukabumi, salah satunya berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam menjawab isu seputar dunia pertanian.

"Kita akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Pemerintah harus hadir, rajin membuat program ketahanan pangan yang sifatnya tidak sebatas seremonial saja," tegas Yudha.

Lebih jauh menurut Yudha, Pihaknya akan mendorong Pemerintah Daerah untuk lebih mengoptimalkan sejumlah lahan HGU terlantar di wilayah Sukabumi.

Baca Juga : Harus Terdistribusi Bagi Lansia dan Pelayanan Publik.

"Solusi berkenaan lahan perkebunan sekitar 64 HGU yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi yang mayoritas terindikasi terlantar, serta tidak di usahakan oleh pemilik HGU-nya, semoga dapat bersinergi berkolaborasi dan bekerjasama antara Pemda dengan warga masyarakat petani penggarap," imbuhnya.

Upaya lanjutan yang akan ditempuh sambung Yudha, dalam waktu dekat DPRD Kabupaten Sukabumi telah mengagendakan menjalin kerjasama dengan DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Gerindra untuk melakukan kajian melibatkan IPB untuk membahas sistem program tanam berkesinambungan yang nantinya akan diterapkan Petani Sukabumi.

"Saya juga optimis dengan hadirnya anggota komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat pak Sopyan, beliau adalah senior saya nanti kita akan tagih janjinya bersama." pungkasnya.

Red/d2

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Sabtu, 12 Juni 2021

Harus Terdistribusi Bagi Lansia Dan Pelayanan Publik,Wabup Monitoring Vaksinasi

Red

SUKABUMI MATANUSA -

Pelaksanaan Vaksinasi di Desa Nagrak Selatan dan Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya Desa Cibolang Kecamatan Cisaat,di monitoring oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri Mewakili Bupati Sukabumi,Sabtu (12/6).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Sukabumi ini dilaksanakan dengan tujuan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid -19 lebih luas di masyarakat.


Dalam penyampaianya Wabup mengatakan bahwa pelaksanaan Vaksinasi ini harus berjalan sesuai dengan target dan Perencanaan,

“Kita berharap dalam waktu 10 hari kedepan ini bisa didistribusikan dan bisa dilaksanakan vaksinasi terhadap masyarakat khususnya lansia dan pelayanan publik” ungkapnya.

Wabup juga berharap dengan dilaksanakan Vaksinasi ini bisa meningkatkan imunitas, meningkatkan kesehatan di masyarakat.

“Intinya adalah ingin bahwa Masyarakat kabupaten Sukabumi imunitasnya bisa kuat sehingga pandemi ini bisa segera berakhir ” pungkasnya.

Turut mendampingi pada kesempatan tersebut Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi serta yang lainnya.

Diskomunfosan/D2

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT


Share:

Kamis, 10 Juni 2021

Hadiri Groundbreaking,DPRD Kab.Sukabumi Dukung Penuh Pembangunan KEK Cikidang

Ketua DPRD Kab.Sukabumi Yudha Sukmagara.

Red

SUKABUMI MATANUSA -

Proyek pusat pengembangan tekhnologi dan industri 4.0 di wilayah Kecamatan Cikidang,didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi.dalam hal ini orang no 1 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sukabumi, Yudha Sukmagara dengan tegasnya mengatakan bahwa Bukit Algoritma adalah proyek yang sangat bagus untuk peningkatan kemajuan di daerah Sukabumi,sudah barang tentu kami mendukung penuh,ucap Yudha ,saat mengahadiri Groundbreaking Cikidang,Rabu 9 juni 2021.

Acara tersebut  merupakan simbol dari  dimulainya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cikidang yang digadang gadang akan menjadi silicon valley Indonesia.
Lanjut Yudha,Pembangunan Bukit Algoritma merupakan proyek yang sangat luar biasa besarnya.untuk itu dirinya berjanji ,akan membantu kepada pengembang untuk merealisasikan Bukit Algoritma tersebut,Ucap Ketua DPRD Sukabumi Yudha Sukmagara.

Lebih jauh Yudha, selain untuk peningkatan kemajuan Sukabumi,hal utama adalah membantu menyelesaikan regulasi-regulasi yang bisa mendorong percepatan Status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi Bukit Algoritma Cikidang,Kata Yudha kepada awak media.


Masih Di lokasi groundbreaking, Yudha juga sempat berkomunikasi dengan Staf Khusus Bupati Sukabumi Bidang Sumber Daya Manusia, Danan Budiman, bahwa sejauh ini proses perjalanan KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus Sukabumi, tinggal menunggu persetujuan dari Dewan KEK Nasional yang mengharuskan Sukabumi banyak masuk investor. 
"Saya berharap pembangunan ini dapat terlaksana dan terealisasi," jelas Yudha.

Untuk diketahui,Kegiatan acara Groundbreaking Bukit Algoritma Cikidang,dengan melakansakan standar kesehatan atau Prokes,dan bekerjasama dengan pigak Satgas Covid-19.adapun acara dilaksanakan di Gedung Pelupus Jl.Utama Cikidang,Desa Tamansari,Kecamatan Cikidang Sukabumi,Jawa Barat.

Setwan/d2

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Senin, 07 Juni 2021

Motivasi Dan Capai RPJMD,Target 100 Hari Kinerja Bupati Dan Wabup Terealisasi

Red

SUKABUMI MATANUSA -

Bupati  dan Wakil Bupati Sukabumi terpilih priode 2021-2026 membuat 100 Hari kerja program prioritas percepatan pembangunan melalui 9 target program dan kegiatan.

"Program 100 hari kerja itu sebetulnya tidak ada aturannya, Program itu dibuat sebagai motivasi bagi perangkat daerah untuk mencapai RPJMD, dari posisi itu kita bisa menilai OPD mana yang  merespon dan konsisten mewujudkan visi misi" ucap Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami usai mengikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam  Negeri bagi Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota Petahana Tahun 2021 melalui Virtual di pendopo sukabumi , Senin (07/05/2021).

Menurut H.Marwan Hamami untuk program 100 Hari kerja itu adalah langkah awal untuk memulai dan sampai saat ini untuk program tersebut sudah berjalan misalnya dalam bidang kesehatan,

"Saat ini seluruh pelayanan kesehatan di puskesmas gratis, bahkan sekarang ada program dokter masuk kampung untuk melayani kesehatan masyarakat dengan mendatangi warga" jelasnya.

Selain itu, Menurut H.Marwan Hamami beberapa program lainnya telah direalisasikan seperti, beasiswa tahfiz Qur'an, kesejahteraan guru madrasah, untuk biaya operasional Madrasyah diniah dan lembaga Al-Quran serta peningkatan sarana dan prasarara pendidikan agama sudah berjalan,

Baca Juga : Gelar Pelatihan Kewirausahaan Wali Kota.

Bukan hanya itu, Program untuk ketenaga kerjaan seperti Sukabumi integrated labour and employmert center  yang di singkat silent center juga sudah selesai dan siap dilauncing.

"Masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan para pengusaha yang membutuhkan pekerja  bisa mengunakan sistem aplikasi tersebut, mirip job fair namun melalui aplikasi, di samping itu dalam  juga pembuatan kartu tenaga kerja serta yang berhubungan dengan ketenagakerjaan" jelasnya.

Selanjutnya, Wakil Bupati Sukabumi H.Iyos Somantri saat dihubungi menjelaskan untuk pembangunan jalan serta  penataan pusat pemerintahan di Palabuhanratu itu juga sudah berjalan,

" feasibility study udah selesai untuk jalan, Sementara untuk program 100 hari kerja pelayanan publik kemarin sudah dilauncing percepatan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang sudah bisa dilaksanakan di kantor Kecamatan bahkan untuk beberapa adminduk sudah bisa secara digital, ditambah lagi pemkab  punya sistem Open SID (Sistem Informasi Desa) untuk digitalisasi pelayanan di tingkat desa dan kecamatan untuk program 100 hari kerja di laksanakan di dua Kecamatan dulu yaitu Kecamatan Sukaraja dan Cibadak, seterusnya semua Kecamatan dan Desa harus terintegrasi".

Selanjutnya untuk digitalisasi  Pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan saat ini sudah selesai membuat sistem aplikasi dalam program 100 Hari kerja.

Baca Juga : Pengembangan SDM ,Selama Lima Hari Bupati.

"Pertanian punya aplikasi Ritx yang tersambung dengan sensor di setiap wilayah pertanian  yang dapat memudahkan petani untuk mengontrol permasalahan di lahan dan meningkatkan produktivitasnya
dan percontohannya di Kecamatan Sukaraja, untuk Kelautan punya aplikasi fish finder beserta alatnya dan peternakan saat ini sudah selesai membuat kajian peningkatan produksi berbasis digital" jelasnya.

Sementara untuk Bantuan pemodalan bagi Unit Pelaksana Kegiatan UPK ex PNPM dan bantuan keuangan khusus desa pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menjalankannya.

" Untuk  UPK sekarang sudah selesai membuat Peraturan Bupati tentang Bumdes Bersama dalam program 100 hari kerja, selanjutnya bantuan Khusus keuangan desa sudah dibuat Peraturan Bupati terkait klasifikasi indek desa membangun (IDM) jadi setelah aturannya dibuat sebagai payung hukum baru diberikan anggarannya"jelasnya.

Wakil Bupati Sukabumi H.Iyos Somantri menambahkan bahwa, Walau tidak ada aturan dalam target 100 Hari kerja namun program ini dibuat sebagai komitmen dan langkah awal untuk mencapai visi misi.

"Ini adalah komitmen awal  kami dalam mewujudkan visi misi  selama 5 tahun kedepan untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius, Maju, Inovatif
 menuju masyarakat sejahtera lahir dan batin" pungkasnya.

Diskominfosan/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT


Share:

Minggu, 23 Mei 2021

Gelar Apel Gabungan,AKBP Lukman Syarif Himbau "Masyarakat Agar Tidak Berwisata Dulu Sampai Perang Melawan Pandemi Usai"


Red

SUKABUMI MATANUSA -

Dalam mengantisipasi ledakan pengunjung di sejumlah kawasan lokasi wisata di Kabupaten Sukabumi,Polres Sukabumi bersama Kodim 0622 dan jajaran perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar apel bersama.

Kegiatan apel bersama tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP Lukman syarif di Markas Komando Polres Sukabumi jalan Jajaway Palabuhanratu, Minggu 23/05/2021.

“Hari ini sengaja kita kumpulkan untuk sama sama bergerak, jumlah personil Polres tidaklah sebanding dengan jumlah pengunjung hingga kami berinisiatif melaksanakan apel gabungan” jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, Butuh Perencanaan yang matang pengorganisasian yang bagus untuk menyelamatkan masyarakat

“Untuk petugas saya himbau untuk menahan emosi, saya tahu kalian lelah tapi jadikan ini ibadah masyarakat itu saudara kita bukan musuh kita” ucap Kapolres Sukabumi dengan tegas,

Berbagai upaya dilakukan namun jumlah pengunjung yang datang ke tempat wisata di Palabuanratu cukup tinggi.

“Saat ini kita akan sisir ke tempat tempat wisata yang biasanya menjadi Kerumunan masa, dan kami akan menghimbau kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, kami hanya ingin menyelamatkan mereka ” tambahnya.

Kapolres Sukabumi berharap, dengan banyaknya pengunjung tidak menambah daftar sebaran covid yang signifikan

“Kami tentu khawatir , dan kamu mengajak petugas kesehatan untuk melakukan random sampling terhadap para wisatawan yang berada di Palabuanratu, kami mohon kepada masyarakat untuk menahan diri dulu sampai perang melawan pandemi ini usai” pungkasnya.
Diskominfosan/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share: