LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat " Hari Dharma Wanita Nasional" (5 Agustus 2021) Ketua Umum LCT-Indonesia DADANG KARTAWIJAYA ,Ketua DPD JABAR D.Soeryadarma,SM
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2021

Pariwisata Sebagai Daya Tarik,Wali Kota Buka Pelatihan Bagi 40 Orang Pelaku Usaha Yang Digelar Disporapar

Red/D2

SUKABUMI KOTA MATANUSA -

40 orang pelaku wisata di wilayah Kota Sukabumi,diberikan pelatihan keamanan dan keselamatan destinasi wisata oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi.

Kegiatan Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, pada hari Selasa, 22 Juni 2021, bertempat di Hotel Taman Sari.

Baca Juga : Dalam Meningkatkan PAD Bupati Diperulkan.

Sekretaris Disporapar Kota Sukabumi, Faridah, menjelaskan tujuan pelatihan ini adalah dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Sukabumi. Melalui pelatihan ini, para peserta akan diberikan pemahaman mengenai penerapan serta evaluasi keamanan dan keselamatan pada destinasi wisata.

Baca Juga : 19 Anggota Terpilih Resmi Dilantik.

Sedangkan Wali Kota dalam sambutannya menandaskan bahwa keberhasilan pariwisata di Kota Sukabumi ditentukan berbagai faktor seperti daya tarik wisata, fasilitas, akses menuju destinasi wisata, termasuk keamanan dan keselamatan yang wajib diterapkan pada destinasi wisata. Ia mengharapkan para peserta pelatihan mendapatkan banyak wawasan sehingga pelayanan prima kepada wisatawan dapat diberikan yang berdampak pada naiknya angka wisatawan ke Kota Sukabumi.

Diskominfo/D2

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Minggu, 23 Mei 2021

Sepakat Tutup Akses Wisata Palabuhanratu ,Petugas Tindak Tegas Pelanggar Prokes


Red

SUKABUMI MATANUSA -

Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi bersama unsur TNI dan POLRI serta Gugus Tugas Covid-19 sepakat untuk menutup tempat wisata dan mengatur akses pengunjung yang berwisata ke Palabuhanratu, Sabtu (22/5/2021).

Hasil pemantauan dilapangan hingga pukul 20.00 Wib kunjungan wisata cenderung berkurang,
"Kami haturkan terimakasih kepada masyarakat yang mulai memahami dan mengerti terkait pencegahan penyebaran covid-19" ucap Herdy Somantri Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi.


Penutupan sementara objek wisata dan pembatasan sejumlah pengunjung diwilayah Kabupaten Sukabumi diambil sebagai bentuk antisipasi meningkatnya sebaran Covid-19,
Langkah tersebut membuahkan hasil yang luar biasa, Dari hasil evaluasi resiko kesehatan masyarakat Kota/ Kabupaten di Jawa Barat Kabupaten Sukabumi masuk kategori dengan resiko rendah,
"Sampai saat ini alhamdulilah tidak terjadi penambahan kasus yang cukup tinggi, dan ini harus di pertahankan, Apresiasi kepada petugas yang siang malam menjaga wilayah Kabupaten Sukabumi dan ini adalah hasil yang sangat luar biasa, bahkan dari hasil sampling yang dilakukan petugas di tempat wisata sampai saat ini tidak ada yang dinyatakan positif, mudah mudahan saja tidak terjadi penambahan" harapnya.


Menurut Bima sapaan akrab Herdy yang sekaligus menjadi anggota Satgas Covid -19 Kabupaten Sukabumi menjelaskan bahwa petugas akan melakukan tindakan tegas jika para wisatawan mengabaikan protokol kesehatan.
Bima meminta warga Kabupaten Sukabumi tetap waspada dan melakukan test swab antigen atau PCR Bagi warga yang baru pulang dari luar daerah Kabupaten Sukabumi
" Bantu kami untuk perang melawan pandemi covid 19, partisipasi warga sangat membantu kami, bantu para petugas yang sudah luar biasa menjaga kab. Sukabumi yang kita cintai, dan tetap waspada karena pandemi ini belum berakhir" pungkasnya.


Diskominfosan/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Rabu, 05 Mei 2021

Dalam Rangka Pemenuhan 13 Rekomendasi,Wabup Pimpin Rapat Awal Revalidasi CPUGGp

Reporter : H.Asep Saepudin.SAg.(Red)

SUKABUMI MATANUSA -

Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri Mewakili Bupati, Memimpin Rapat Evaluasi Kunjungan Awal Revalidasi Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark 2021 bertempat di ruang rapat Wakil Bupati-Palabuhanratu, Rabu (5/5).

Baca Juga : Aspirasi Tagana Harapkan Perhatian.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Mengevaluasi Laporan Kegiatan Pra-Revalidasi Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark 6-8 April 2021 oleh tim Geodiversity dan Geoheritage Hanang Samodra, S. Permanadewi, A. Ratdomopurbo dan Arief Prabowo, dimana nantinya Geosite-Geosite CPUGGp akan di kunjungi oleh Assesor UNESCO.

Dalam Arahannya Wabup menyampaikan bahwa Semua Kekurangan-kekurangan yang masih ada untuk bisa dicermati dan ditindaklanjuti dan segera diselesaikan secepatnya dalam rangka pemenuhan 13 rekomendasi.

"Tentunya permasalahan ini  diselesaikan bersama-sama antara Badan Pengelola dengan Dinas Terkait untuk menetupi kekurangan yang masih ada" ungkap Wabup.

Selanjutnya  wakil Bupati Sukabumi menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan perkembangan CPUGGP  terus dilakukan sebagai langkah strategis Guna mempertahankan status green card, dan kemajuan yang maksimal di Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

"mempertahankan Status UNESCO Global Geopark adalah dengan berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan , memelihara dan menjaga warisan geologi yang ada didalam Kawasan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi" pungkasnya.

Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT


Share:

Selasa, 04 Mei 2021

Terkait Penambahan Pengelolaan Untuk Tingkatkan Ekonomi,Rakor Objek Wisata Diwakili Wabup

Reporter : H.Asep Saepudin.Sag/Red

SUKABUMI MATANUSA -

Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri Mewakili Bupati Sukabumi menghadiri rapat koordinasi (Rakor) mengenai penambahan pengelolaan objek wisata perumda pesona pariwisata bertempat di Ruang rapat wakil bupati-setda. Selasa (4/5).

Rakor ini bertujuan untuk menindaklanjuti Permohonan tentang Penambahan Penggelolaan obyek wisata perumda pesona pariwisata. 

Wakil Bupati mendukung Penambahan pengelolaan obyek wisata yang berdampak baik untuk peningkatan perekonomian di masyarakat. 

"Ini sangat bagus Untuk meningkatkan pendapatan aseli daerah dan peningkatan pendapatan di masyarakat sehingga perekonomian di kabupaten sukabumi meningkat",

Wabup berharap dalam pengelolaannya harus berdasarkan koridor-koridor aturan yang telah ditetapkan. 

" Sangat Bagus untuk pengembangan ekspansi usahanya namun harus berdasarkan koridor-koridor yang telah ada atau on the ttrack"

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Bapenda, Perwakilan Perumda Pesona Pariwisata serta tamu undangan lainnya.

Red

 Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Selasa, 27 April 2021

Terkait Rencana Pembangunan Destinasi Wisata Cisolok,Pj Sekda Safari Monitoring Wisata

SUKABUMI MATANUSA -

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi (Pj Sekda) Drs. H. Barnas Adjidin, M.M.,M.M.Pd melaksanakan Monitoring Rencana Pembangunan Destinasi Wisata di Wilayah Cisolok (Karanghawu, Geyser Cisolok, Puncak Habibi). Selasa (27/4).

Kegiatan monitoring diawali ke Geopark Information Center (GIC) Citepus Palabuhanratu, selanjutnya meninjau lokasi wisata pantai Karang Hawu dan terakhir meninjau lokasi wisata Puncak Habibie.

Baca Juga : DPR RI Naikkan Bendera Setengah Tiang.

Pj Sekda mendukung perencanaan pembangunan kawasan destinasi wisata yang berada diwilayah cisolok.

” Sukabumi sangat luar Biasa daya tarik wisatanya maka dari itu memerlukan konsep yang matang dalam pembangunannya agar pariwisata di selatan ini bisa menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun internasional” Ungkapnya.

Sekda Berharap setelah ada penataan semua sektor baik pemerintah,stakholder maupun masyarakat bersama-sama untuk menjaga dan merawatnya.

” Setelah adanya penataan kawasan ini, saya yakin nanti tidak hanya alamnya terjaga tapi juga masyarakatnya bisa terdampak ekonomi yang lebih baik lagi”, pungkasnya.

Sumber: Diskominfosan Kabsi/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT


Share:

Kamis, 01 April 2021

Deswita Curug Huis Sejuk Nan Indah Berada Di Desa Buniwangi

Curug Huis Cisarakan Desa Buniwangi Palabuhanratu.

SUKABUMI MATANUSA -

Kekayaan dan keindahan alam di Kabupaten Sukabumi terkait Wisata alam takkan pernah habis.bukan hanya satu,namun potensial wisata selalu ditemukan dan menjadi objek bagi wisatawan baik lokal maupun nasional,salah satunya kini Destinasi wisata Curug Huis yang berada di Desa Buniwangi Palabuhanratu Sukabumi.

Baca Juga : Tertuang Dalam Keputusan,Kemenkes.

Berdasarkan Informasi ,Awalnya Kepala Desa Buniwangi Aang  Heriana Bersama ketua  BPD,serta para perangkat Desa meninjau lokasi curug Cisarakan Desa Buniwangi,Kecamatan Palabuhanratu.

Wisata Alam tersembunyi  ternyata berada di Desa Buniwangi,dengan ketinggian mencapai 50 meter.Deswista (Desa Wisata) curug huis cisarakan bisa dilalui dengan jarak tempuh dari jalan hampir 600 meter,jalan kaki pun hanya 15 menit sampai dengan lokasi curug,ungkap Aang kepada matanusa.net,kamis (1 April 2021).

Lebih lanjut,dikatakan Aang ,Deswita Curug Huis mulai di garap oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Buniwangi di tahun 2021.dengan luas lahan hampir 10 hektar tersebut berada di area lahan Perhutani,selain itu  juga telah dilakukan MOU dengan pemdes Buniwangi.

Keadaan saat ini,pihak pemdes Buniwangi mulai merilis master plan ,hal ini salah satunya untuk  penataan Curug huiz itu sendiri,kami juga memprediksi bahwa bisa di buka pada tahun 2022 nanti.

" Kami pemdes Buniwangi meminta kepada semua pihak baik pemerintah kabupaten sukabumi,warga masyarakat dan lainya untuk mendoakan dan selalu memberikan dukungannya " ,

Apabila nanti wisata ini sudah mulai dibuka dapat meningkatkan sumber pendapatan asli Desa (PADes),juga dapat membuka lapangan kerja serta pemberdayaan masyarakat khususnya dalam bidang perekonomian.

Terakhir ,Aang berharap juga,semoga potensi alam yang kita miliki ini,dapat kita jaga dan rawat agar tetap terjaga dan asri.seperti apa yang dikatakan salah satu pendiri Forum Pemuda Buniwangi Bersatu (FPBB) Muhammad Luthfi Almunawar yang mengajak semua elemen masyarakat Buniwangi,untuk merawat dan menjaga alam yang ada di desa Buniwangi,tutupnya.

Red.    

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Senin, 29 Maret 2021

Sampaikan Rencana Program,H.Iyos : FGD Bareng Menparekraf Ini Peluang Bagi Sukabumi

SUKABUMI MATANUSA -

Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri beraudiensi dengan pengurus Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) di Pendopo Sukabumi, Senin (29/3/2021).

Audiensi tersebut, berkaitan rencana focus group discussion (FGD) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia H.Sandiaga Salahuddin Uno.

Rencana FGD bertema Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) Menuju Destinasi Wisata Internasional yang diakui Dunia ini, akan diselenggarakan pada 5 April mendatang. Proses FGD yang dilakukan secara daring ini, akan melibatkan semua unsur pentahelix.

H. Iyos mengapresiasi rencana FGD tersebut. Menurutnya, agenda tersebut menjadi peluang bagi Pemkab Sukabumi. Khususnya, dalam menyampaikan berbagai rencana pembangunan CPUGGp kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"Ini cukup bagus. Bersyukur ada gayung bersambut dari RSI. Pemerintah (Kabupaten Sukabumi) memiliki program dan rencana yang bisa disampaikan," ujarnya.
Oleh karena itu, H. Iyos meminta RSI bisa mendorong berbagai program di CPUGGp. Hal itu untuk memajukan CPUGGp hingga berkelas internasional.
"Dalam pariwisata itu ada konsep 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas). Untuk memajukan pariwisata di Sukabumi, tiga konsep ini harus terpenuhi. Jadi, mohon bantuan RSI untuk menyampaikan ini kepada pak Menteri," ucapnya.

H. Iyos berharap, pasca FGD nanti, H. Sandiaga Salahuddin Uno bisa berkunjung ke Kabupaten Sukabumi. Apalagi dengan perhatiannya kepada Kabupaten Sukabumi yang luar biasa.
"Terima kasih Pak Sandiaga Uno telah perhatian kepada Kabupaten Sukabumi," ungkapnya.
Pengurus DPN RSI Dewi Agustiati mengatakan, CPUGGp menjadi prioritas kementerian. Maka dari itu, dirinya meminta dukungan Pemkab Sukabumi agar FGD ini terlaksana.


"FGD ini merupakan ide DPD RSI Sukabumi. Namun penyelenggaraannya, nanti diserahkan kepada Pemkab Sukabumi," terangnya.
Hasil FGD nanti, akan ditindaklanjuti langsung ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"Kami akan memfollow dan mengawal hasil hasil dalam FGD. Maka dari itu, akademisi pun harus ikut terlibat di dalam FGD," pungkasnya.

Sumber : Diskominfosan Kabsi/Red

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT

Share:

Kamis, 11 Maret 2021

Kunjungan Ke Desa Batu Layang,Menparekraf Tekankan Pentingnya Digitalisasi Pelaku Ekonomi Kreatif di Desa Wisata

Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan kerja ke Desa Batu Layang, Puncak, Kabupaten Bogor, Jabar,
Rabu (10/03/2021). (Foto: Humas Kemenparekraf).

NASIONAL MATANUSA -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya digitalisasi bagi pelaku ekonomi kreatif yang ada di desa wisata. Hal ini disampaikannya dalam kunjungannya ke Desa Batu Layang, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (10/3/2021).

“Para pelaku UMKM di sini harus melek digital dan Kemenparekraf akan melakukan inisiasi agar lebih banyak UMKM di sini yang tergabung dalam ekosistem digital atau e-commerce,” ujarnya.

Baca Juga : Gelar Milad Ke 1 HUT infokowasi.com.

Sandiaga mengatakan, Desa Batu Layang memiliki koneksi internet yang cukup baik. Sehingga, perlu ada pengenalan dan pendampingan mengenai e-commerce bagi para pelaku ekonomi kreatif di desa yang baru saja memperoleh sertifikat “Desa Wisata Berkelanjutan” dari Kemenparekraf/Baparekraf pada 1 Maret 2021.

“Kita akan all out, mendampingi. Karena saya meyakini selain pelatihan, harus didampingi, di-onboarding. Setelah itu, kita harus pastikan mereka memiliki akses terhadap pasar, akses permodalan, dan juga akses untuk scale up,” jelasnya.

Untuk itu, Sandiaga mengatakan saat ini pihaknya tengah mencoba bersinergi dengan program pemulihan ekonomi yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Borongdong.id.

Baca Juga : Pertama Dapil 3 Ketua DPD Partai Golkar.

“Ini akan kita sinergikan dengan pendampingan marketplace dan UMKM. Jadi nanti kita akan undang marketplace-marketplace besar termasuk yang sudah dibina oleh teman-teman Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Tak hanya itu, Menparekraf menyebutkan pengembangan desa wisata juga memiliki dampak ekonomi yang dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar. Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat Desa Batu Layang untuk selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.
“Mari kita bangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif kita mulai onboarding digitalisasi dari Desa Wisata Batu Layang, Cisarua. Semua tentunya harus dilakukan  dengan menerapkan dan menjaga protokol kesehatan berjalan baik,” tandasnya.
 
Sumber : Setkab.(Hms.Kemenparekraf)

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Advertorial

Advertorial