LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat " Hari Dharma Wanita Nasional" (5 Agustus 2021) Ketua Umum LCT-Indonesia DADANG KARTAWIJAYA ,Ketua DPD JABAR D.Soeryadarma,SM
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Februari 2021

Visi Misi Bentuk Suatu Negeri Ada Pada GBHN


OPINI MATANUSA 

Lentera Negeri.

Oleh : Mr Ton/Sutarno (Dewan Pembina Laskar Cahaya Timur Indonesia ) Cikarang 20 Februari 2021

Mari kita disini diskusi  untuk tidak meninggalkan sejarah  sebagaimana pesan dari para pendiri negeri kepada kita sebagai penerus bangsa.

Membangun kebangsaan adalah merupakan awal membangun kekuatan suatu bangsa dalam bernegara dgn pijakan hukum dasar negara serta Garis Besar Haluan Negara (GBHN) nya secara konstitusional.

Ketika negara sudah terbentuk secara konstitusional dengan dasar - dasar tersebut diatas,kemudian geopolitik yang labil membuat semua bisa dirubah ketika pengendali pemerintahan gundah atas ketidak puasan dalam hal tertentu.

Rasa kecewa dan rasa takut yang membuahkan trauma kepada pelaku politik ptaktis,bisa melahirkan perubahan yang sangat substansi dan maupun lebih melebar dan tidak terukur.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang semula berprinsip pada sistem musyawarah dan mufakat melalui lembaga perwakilan rakyat sesuai dgn sila ke 4 pada butir -butir pancasila,untuk menentukan calon pemimpin , selanjutnya  pemimpin tertinggi negeri,dan kini sudah berubah dengan cara voting.

Sebenarnya ketika para pendiri negeri itu merumuskan sebagaimana yang dimaksud sebelum era reformasi,tentu ada beberapa pertimbangan yang terkait dengan pencalonan peserta pemilu agar tidak membutuhkan biaya yang besar dan memberatkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Begitupula menjaring calon pemimpin melalui jenjang karier seseorang,sehingga ketika orang  yang dimaksud terpilih menjadi calon pemimpin,mereka tidak buta terhadap birokrasi dan jenjang pemerintaha dan bisa langsung bekerja dengan cara dan hasil yg terukur.

Dasar pokok pemikiran Reformasi adalah hanya untuk merubah masa jabatan presiden,dari tanpa batas kelipatan 5 tahun ,menjadi maksimal 2 kali 5 Tahun  saja,akan tetapi dalam eksekusinya melebar tidak teruku dan bahkan batang tubuh dasar negara pun ikut terusik dan bahkan hampir  hancur tak terbantahkan.lagi.

Lalu apa hasil dari kerja reformasi yang sejatinya mungkin kita semua kembali menyadari bahwa,ada yang salah bertindak (terlalu jauh) dari rencana semula.

Sanggupkah para pelaku sejarah reformasi mengembalikan marwah GBHN negeri ini,dan memposisikan Pancasila dan UUD 1945 sesuai porsi semula..? Ini perlu dijawab oleh semua pihak yang ber-kompeten dan berwenang tentunya.

Kembalikan negeri mu ke marwah konstitusi negeri agar Pemimpin tidak kehilangan visi dan misi sejatinya NKRI..Merdeka!!!

Anak negeri cinta NKRI .

Logo LCT- Indonesia

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT



Share:

Sabtu, 13 Februari 2021

Berharap Buah Dari Partai Ada Yang Matang

OPINI MATANUSA -

Lentera Negeri.

Oleh ; Mr.tons/Sutarno (Dewan Pembina DPP Laskar Cahaya Timur Indonesia)  Cikarang 13 Februari 2021

Kini kita bisa melihat bersama-sama bahwa ,tidak satupun partai yang bisa menghasilkan jargon dengan kualitas sebagaimana yang kita harapkan untuk menjadi penerus perjuangan Jokowi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rupanya sangat nyata bahwa kita kesulitan mencari figur atau sosok seorang calon presiden yang mungkin dapat setara dengan sebuah ketulusan, dan kecerdasan serta kecintaannya terhadap negeri sendiri .

Para putra putri Indonesia yang sejati,kiranya hanya bisa memberikan sumbangsih ke-ilmuan dalam bidang yang lain,akan tetapi khusus untuk bidang sosial politik dan pemerintahan yang tangguh belum ditemukan generasi hasil cetakan partai yang bisa menjadi tumpuan harapan untuk pengganti Jokowi di 2024 nanti.

Ada jejak pendapat dengan sistem poling di media sosial,yang menunjukkan bahwa salah satu jargon dengan inisial AB, memperoleh 68 % entah dari mana sumber nya tetapi jelas ini menunjukkan kepada kita bahwa mereka berusaha sungguh -sungguh membangun opini dengan cara tersebut yang dianggap efektif hasinya.

Dari sejumlah partai yang menjadi pendukung partai nasionalis,belum satupun yang tampil menunjukkan jargonnya sama sekali,dan ini sungguh membuat kita semakin miris bila tidak menemukan calon yang layak menjadi pengganti Jokowi di 2024 nanti.

Apa langkah jitu untuk tidak membiarkan negeri ini kembali mundur,bila kini indonesia sudah bisa dikatakan negara maju akan pembangunanya,

" Inilah Sebuah PR Bagi Anak Negeri Di Bumi Pertiwi Indonesia ".

logo LCT-Indonesia.

Anak negeri cinta NKRI

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Minggu, 07 Februari 2021

Polisi Berbanding Warga Idealisnya

                                             

OPINI MATANUSA -

Lentera Negeri.

Oleh : Mr.tons/Sutarno (Pembina DPP Laskar Cahaya Timur Indonesia)

Cikarang 7 Februari 2021.

Menurut informasi dari hasil studi banding di berbagai wilayah pihak kepolisian yang ada,menunjukan hasil idealnya adalah 1 (satu) personil polisi berbanding 350 orang warga masyarakat pada umumnya.

Bilamana kita ketahui,sedangkan realita yang dirasakan oleh pihak kepolisian sendiri,sampai dengan saat ini masih pada satu bimaspol berbanding satu kelurahan atau desa warga masyarakat.

Dengan demikian kita semua anak negeri bisa menyadari betapa terjalnya jurang harapan untuk lebih menumbuhkan kembali rasa aman tentunya,dan sudah pasti personil kepolisian akan dirasa cukup sulit bi;amana bertugas kurang personil dalam menjalankan tugas di suatu kelurahan atau desa untuk melayani dan menjaga masyarakat itu sendiri.

Oleh karena itu kami selaku anak negeri yang sudah lama bermitra dengan pihak kepolisian, dalam hal ini kamtibmas sangat menaruh harapan kepada Bapak Kapolri yang baru untuk berusaha meninjau kebutuhan jumlah anggotanya secara rasional,agar dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat luas bahwa Polri mampu menjadi payung hukum bagi anak bangsa sesuai teritorialnya.

Sebagai analisis sederhana saja,dari jumlah penduduk Indonesia yg berjumlah 265 juta jiwa perbandingan yang terjadi seharus adalah 265 juta dibagi 350 = 757.142 orang  personil.

Itulah jumlah personil polisi yg dibutuhkan oleh negara,dalam hal ini adalah pemerintah yang sah.

Sedangkan jumlah anggota polisi secara nasional pada tahun 2019 hanya ada 470.391  orang,dengan demikian idealnya ternyata masih kekurangan anggota sebanyak 45% lagi.

Atau bisa disarankan dengan cara lain yaitu,dengan merekrut sebanyak-banyak ormas atau komunitas yang bisa menjadi mitra kerjanya.tentunya untuk menempati posisi FKPM yang belum berhasil dibangun secara nasional oleh pihak polri sampai saat ini,agar bisa menjadi penebalan kekuatan pada saat mengalami kerawanan diwilayah hukum di setiap polseknya.

Bila memungkinkan  secara AD.ART dalam tubuh PBNU,maka sangat disarankan kepada pihak kepolisian maupun kepada pihak PBNU agar sama-sama membangun kemitraan khusus dalam bidang Kamtibmas malaui Ansor - Banser nya NU, demi kondusifitas Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dimulai dari lingkup tingkat desa atau kelurahan.

Logo LCT-Indonesia.

Anak negeri cinta NKRI

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT



Share:

Kamis, 28 Januari 2021

Kini Dalang Sedang Kehilangan Wayang

OPINI MATANUSA -

Lentera Negeri.

Oleh :Mr.tons/Sutarno.(Pembina DPP Laskar Cahaya Timur Indonesia)
Cikarang 28 Januari 2021. 

Perlu cara baru untuk membangun seni dalam era politik dan oligarki yang sudah menjadi drama berseri dari ciamis hingga ke monas berjalan kaki,ongkospun sampai habis.

Kita yakin bahwa semua perhelatan politik di negeri sudah tidak ada rahasia yang bisa ditutupi lagi,karena pemeran utamanya sering lose kontrol jadilah hasil yang kontra produktif dan bergeser dari skenario sutradara atau dalang nya.

Pembuatan panggung yang diharapkan untuk pentas dan bisa menarik massa penonton,ternyata semakin monoton dan kurang diminati pihak lain.maka akhirnya ditonton oleh pembuat panggungnya sendiri.


Kecepatan berfikir para bohir kini semakin kalah cerdas oleh masyarakat anak negeri,maka dana yang tertuang dilapangan menjadi hanyut dan sia-sia.

Munculnya sapu jagat yang diterbitkan oleh pihak pemerintah yang sah,sudah menjadi pembersih daun yang berserakan.sehingga dapat diumpamakan dalang yang kehilangan wayang.

Lalu mereka bingung harus membuat panggung seperti apa, model apa lagi yang bisa menarik massa dari penonton tersebut,sedangkan titik nadir sudah semakin mendekat.(bagi para oknum penjahat negeri).

Mungkin kita patut bersyukur dengan tegasnya pemerintah saat ini dalam membuat keadaan negara yang tentram,karena suasana kondusif menjadi daya tarik bagi para investor yang kelak bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan industri dimasa pandemi hingga ke paska pandemi,Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin.

Anak Sukatani cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Logo LCT-Indonesia.

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
 
Share:

Kamis, 21 Januari 2021

Andai Kata Benar Adanya .

OPINI MATANUSA -

Lentera Negeri.

Oleh  : Mr.tons,Sutarno (Dewan Pembina DPP Laskar Cahaya Timur Indonesia)      Cikarang,Kamis 21 Januari 2021. 

Sebagai anak negeri yang sejak lama sudah bergabung dalam suka maupun duka bersama PDI Perjuangan,tentu akan merasa hancur semua tumpuan dan harapannya.

BACA JUGA : Kerja Bersama 4 Stakeholder Pemkab.

Karena apapun alasannya,sulit untuk bisa menerima berita yang menyakitkan pendukung setianya.sebab oleh karena kita semua merasa dihianati oleh satu-satunya partai yang ber-ideologi sejalan dengan konstitusi negeri.

Berbicara Dana bansos,adalah dana derita masyarakat atau rakyat bangsa sendiri yang patut dan sedang butuh pemerhati.akan tetapi kenapa masih ada insan partai yang sudah hidup dalam kecukupan,kenapa masih bisa tega mengambil hak umat yang mana sedang dalam himpitan wabah ditengah Pandemi Covid-19,kesulitan yang disertai kemiskinan.

BACA JUGA : Plan JNE Cabang Cicurug Dalam Target.

Upaya pihak pemerintahan yang sah dalam bentuk dana bansos adalah sebuah perjuangan yang patut kita apresiasi,sebuah acungan 4 jempol karena sosok Jokowi yang telah menjadikan dirinya hanya bagi Bangsa Indonesia.

Tetapi begitu nistakah partai pendukungnya,bila berita yang beredar itu hanya ulah oknum tertentu.maka tunjukakan kepada masyarakat umum bahwa dugaan hasil korupsi yang terkoneksi dengan partai,bukan berarti PDI Perjuangan ikut menikmati hasil perbuatan yang menistakan itu.

BACA JUGA : 81 RTLH Selesai Dibangun H.Marwan Minta.

Ingat bahwa mata hukum harus lebih jeli dan sesuai dengan standar operasional prosedur,bukan bertindak secara men-generalisasi bendera dengan oknumnya.

Anak negeri cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Logo LCT-Indonesia.

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Minggu, 10 Januari 2021

IBU RISMAHARANI HARUS LEBIH WASPADAI DATA.

OPINI MATANUSA -

Lentera Negeri.

Oleh : Mr.tons.Sutarno ( Pembina DPP Laskar Cahaya Timur Indonesia ) 
            Cikarang 10 Januari 2021.

Sebagai warga negara yang peduli bangsa tentu sangat ikut prihatin dengan kondisi yang terjadi selama pandemi Covid-19 ini.

Usaha pemerintahan yang syah dalam memberi bantuan sosial bagi rakyat terdampak langsung oleh pandemi corona,patut untuk didukung sepenuhnya oleh semua pihak terkait dan masyarakat yang berbudi.

Untuk dapat memenuhi target dan tepat sasaran,tentunya dibutuhkan data akurat berdasarkan hasil yang diberikan oleh pengurus warga dan Rukun Tetangga di zona calon penerima nya.

Ibu Risma,mohon sekiranya lebih teliti dalam penyusunan data calon penerima bansos tunai di awal 2021 ini,karena dilapangan diduga sudah banyak ditemukan keluhan dari pengurus warga,bahwa adanya dugaan ketidak sesuaian data dengan kondisi ditempat.

Karena pengurus RT merasa belum pernah dimintai data,maka apabila yang terjaring dalam regristrasi calon penerima bansos terjadi kendala.untuk itu pihak RT terkait tidak mau disalahkan apalagi dikenakan sangsi seperti yang ada dalam catatan formnya.

" Ibu RISMA harus waspada kepada Tim kerja internalnya agar nantinya tidak mengundang masalah dari data calon penerima ".

Anak negeri cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Logo LCT-Indonesia.

 Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Selasa, 05 Januari 2021

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Melalui BUMdes


OPINI MATANUSA -

Oleh : D.Suryadarma SM (Pimred).

Sebuah bentuk upaya dalam meningkatkan kapasitas level desa melalui program ekonomi merupakan hal atau langkah yang sangat penting,hal tersebut guna mendorong pembangunan bagi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM-DES).

Memang bukan hal mudah dalam mendorong pendirian BUM-DES,pastinya akan ditemukan  kendala desa dalam pendirian BUMDes yang lebih maju.

Komposisi BUM-DES  adalah kepala desa atau diwakili sekretaris desa, anggota badan permusyawaratan desa (BPD), dan anggota lembaga pemberdayaan masyarakat desa (LPMD).

Guna mendorong dalam meningkatkan BUM-DES Salah satu targetnya adalah mengirimkan perwakilan usaha kecil menengah (UKM) binaan Desa kewilayah yang dimana kegiatan BUM-DES nya sudah berjalan dengan baik. Dengan dilakukanya bimbingan materi teknis ,maka Program tersebut bakal mendampingi proses perbaikan manajemen keuangan dan potensi yang ada di desa.

Disuatu daerah tentunya yang paling kita inginkan adalah berjalanya kemandirian desa. untuk itu cita-cita ini yang harus sama-sama kita upayakan agar dapat,diwujudkan dan didorong oleh kita dalam mewujudkan Bumdes.

Ketidakpahaman SDM pengelola BUMDes masih jadi masalah di desa-desa.komposisi BUM-DES Perangkat desa seperti Kasubbag (kepala sub bagian) tidak boleh, kalau Kades ya sebagai pelindung saja,pastinya.

Saat ini pemerintah telah mengambil kebijakan yang bersifat inward looking oriented, yaitu dengan cara memperkokoh perekonomian dalam negeri baik pada tingkat local, regional dan nasional. Bahkan pada era pemerintahan sekarang ini, salah satu visi dan misi nya adalah membangun Indonesia mulai dari pinggiran dan daerah terpencil (NAWACITA) .ini menunjukan pemerintah sekarang akan membangun Indonesia dimulai dengan membangun desa.

Khusus untuk penguatan dan pengembangan ekonomi pada tingkat lokal, pemerintah telah menerbitkan UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa yang dalam pasal 87 ayat (1)  menyatakan bahwa Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUM Desa. Tindak lanjut dari UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya yang terkait dengan Badan Usaha Milik Desa ,Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2010 tentang Badan Usaha Milik Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mengeluarkan Permendesa No.4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan Dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa yang dalam pasal 2 menyatakan bahwa Pendirian BUM Desa dimaksudkan sebagai upaya menampung seluruh kegiatan di bidang ekonomi dan/atau pelayanan umum yang dikelola oleh Desa dan/atau kerja sama antar-Desa. 

Selanjutnya pada Pasal 3 memuat tujuan pendirian Badan Usaha Milik Desa adalah: meningkatkan perekonomian Desa, mengoptimalkan aset Desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan Desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa, mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga, menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Desa, dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa dan Pendapatan Asli Desa.

Legalitas yang diberikan oleh pemerintah kepada desa untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa, merupakan suatu kesempatan bagi Desa untuk menggali potensi ekonomi  desa terutama dengan cara mengelola sumberdaya alam yang dimiliki desa tersebut guna meningkatkan nilai tambah produk-produk yang berasal dari desa.  Peningkatan nilai tambah akan mendorong tercipta peningkatan perekonomian desa dan pada gilirannya akan memperkuat perekonomian regional dan nasional. Oleh karena itu menyadari akan pentingnya peran yang sangat strategis dari Badan Usaha Milik Desa tersebut, seyogyanya desa perlu untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa, sebagai suatu lembaga usaha dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa.

Badan Usaha Milik Desa adalah sebuah lembaga ekonomi yang memiliki peran strategis sebagai penggerak utama ekonomi pedesaan. Agar peran strategis tersebut dapat dimiliki oleh Badan Usaha Milik Desa,  maka ada beberapa aspek yang harus dilakukan:

Perlu kesamaan persepsi dan konsepsi dan kepedulian dari pemerintah pusat, daerah serta pemerintahan desa tentang peran BUM DESA sebagai lembaga ekonomi yang mampu menciptakan peluang-peluang usaha ekonomi bagi masyarakat pedesaan. Wujud dan tindak lanjut dari kepedulian tersebut adalah memberikan kemudahan kepada BUM DESA untuk mendapat  modal usaha, dukungan teknologi dan sumberdaya yang berkualitas.

Pengelolaan dilakukan dengan cara-cara yang mengedepankan profesionalisme dan berorientasi profit namun tidak melupakan prinsip-prinsip keadilan dan pemerataan atas hasil yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat desa.Penentuan pilihan yang tepat atas bidang usaha yang akan dikelola oleh BUM DESA dengan memperhatikan aspek sumberdaya alam yang dimiliki desa, aspek geografis, aspek demografis serta kebutuhan sebagian besar masyarakat dan bidang usaha tersebut mampu menciptakan efek multiplier yang lebih besar.

Melakukan kerjasama dan aliansi strategis dengan mitra usaha baik dalam bidang usaha yang sama maupun bidang usaha pendukung dan turunannya guna memperkuat modal usaha serta memperluas jaringan usaha dan pemasaran.
Apabila ke-empat langkah yang dikemukakan di atas dapat dilakukan bagi pengembangan BUM DESA, maka kemandirian ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa tidak mustahil untuk dapat diwujudkan. 

Kemandirian ekonomi desa menjadi pilar utama untuk memperkokoh perekonomian nasional dalam menghadapi persaingan ekonomi dunia yang makin ketat. Apabila kemandirian ekonomi desa terwujud, maka perekonomian nasional makin kokoh sehingga mampu bersaing dengan negara-negara lain serta dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gejolak perekonomian dunia. Bepikir global dan bertindak lokal itulah jargon yang tepat dalam membangun kekuatan ekonomi Indonesia sekarang ini.

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT


Share:

Rabu, 30 Desember 2020

Kenali Roh Negerimu Agar Kau Kenali Dirimu

OPINI MATANUSA -

Oleh : Mr Tons/Sutarno (PGM) Dewan Pembina DPP Laskar Cahaya Timur Indonesia.
Cikarang 30 Desember 2020. 

NU Penggerak Garda Masyarakat.

Mari kita merajut filisofi yang selama ini kita kenal dengan sebutan PANCASILA dan UUD 1945. Di negeri ini.

Selaku anak bangsa seharusnya sudah tahu prinsip kebangsaan yang dibanggakan oleh semua anak negeri atas dasar kesepakatan yang disebut konstitusi.

Dengan atas nama perwakilan seluruh umat ber-agama,suku bangsa dan para cendikiawan serta tokoh masyarakat sudah sepakat bahwa konstitusi negeri telah final dgn ideologi Pancasila dan UUD 1945 adalah Dasar Negara Republik Indonesia.

Sungguh sangat dangkal bilamana pemahaman mereka yang tidak mau mengakui konstitusi negeri nya sendiri,mungkin karena tertutup mata kepala dan mata hatinya oleh nafsu atau ambisi untuk menguasai negeri karena materi,yang kelak tidak akan bisa dibawa mati.

Pemikiran dasar dalam prinsip para pendiri negeri,adalah sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa.karena Pancasila sudah sangat senyawa dengan agama apapun yang ada di Nusantara ini.

Untuk itu semua penjaga negeri bersama pihak pemangku birokrasi harus berani bersikap bijak tetapi tegas,tolak semua bentuk intoleransi dan para ekstrimis yang diduga akan merusak segala bentuk budaya nusantara dengan dalih apapun demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perlu dipahami secara kaffah,bahwa hidup ini butuh dua sisi yang harus dijalani secara bersamaan.tetapi tetap harus ada garis merahnya antara kebutuhan horizontal degan kebutuhan vertikal.

Bangunlah kehidupan berbangsa dan bernegara atau horizontal dengan prinsip dasar Rakhmatan lil alamin dan ber-agama atau vertikal dengan prinsip dasar lakum dinukum waliyadin.

Anak Sukatani cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.




Print Friendly and PDF


 

Share:

Jumat, 18 Desember 2020

Transparansi Adalah Harga Mati

OPINI MATANUSA -

Lentera Negeri.

Oleh : Mr Tons/Sutarno (Dewan Pembina DPP Laskar Cahaya Timur Indonesia)

Cikarang 18 Desember 2020.

Sungguh sangat luar biasa dan sangat menggugah hati nurani masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di setiap wilayah,karena memang harus tergugah oleh seruan tersebut.

Kini seruan NKRI Harga Mati sudah dibuatkan pasangan yang serasi oleh anggota DPRD DKI dari PSI di era presiden Jokowi,yaitu seruan Transparansi Harga Mati.


Sistim E Bugeting yang sudah diprogram oleh pasangan Gubernur Jokowi - Ahok,di duga dianggap tidak smart oleh gubernur DKI saat ini,dan akan dirubah yang lebih smart namun tetapi hasilnya tidak kunjung datang,mungkin terganjal oleh E mobile dan lem aibon ya.

Bro Wiliyam dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah mengingatkan kepada kita semua,untuk menjadi anak negeri yang lebih cerdas,karenanya dalam demokrasi kita bukan cuma cukup memberikan hak suara kita saja,tetapi harus lebih dari itu katanya.

Adv.
Lalu apa yang harus  dilakukan oleh segenap masyarakat di negeri ini,tentu lebih memenuhi kewajiban menagih janji dan mengontrol perkembangan anggaran yang mereka (pejabat) birokrasi gunakan,karena semua itu adalah uang rakyat.

Perlu diketahui bersama atau di ingatkan kembali bahwa sekitar 60 - 70 % anggaran baik APBN dan APBD adalah hasil dari pengambilan pajak yang dibayar oleh rakyat,dengan tujuan " DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT " dan bukan untuk yang lain.


Oleh sebab itu anak negeri yang cerdas kini sudah bukan lagi waktunya untuk cuek terhadap pemerintah daerah dan pemerintah pusat karena kita adalah pemberi mandatnya,ok.

Anak Negeri Cinta NKRI.

Logo LCT-Indonesia.

 
Print Friendly and PDF


REDAKSIONAl
Share:

Advertorial

Advertorial