LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat " Hari Dharma Wanita Nasional" (5 Agustus 2021) Ketua Umum LCT-Indonesia DADANG KARTAWIJAYA ,Ketua DPD JABAR D.Soeryadarma,SM
Tampilkan postingan dengan label Kependudukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kependudukan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 April 2021

1 April Hingga 31 Mei ,Kepala BKKBN: Pendataan Keluarga 2021 untuk Pemerataan Pembangunan


NASIONAL MATANUSA -

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan Pendataan Keluarga Tahun 2021  pada 1 April – 31 Mei. Pendataan dilakukan untuk basis data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan keluarga.

“Pembangunan dimulai dari perencanaan yang baik, dan perencanaan berdasarkan data yang akurat. Pendataan Keluarga Tahun 2021 menghasilkan data mikro keluarga secara by name by address sebagai penyediaan data atau dasar dalam perencanaan dan pemerataan pembangunan,” ujar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, dikutip dari laman resmi BKKBN, Sabtu (03/04/2021).

Hasto menjelaskan, Pendataan Keluarga Tahun 2021 menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah dan pemerintah daerah (pemda) dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana), dan program pembangunan lainnya.

Pendataan keluarga ini dilakukan serentak setiap lima tahun sekali, dan pendataan tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Keluarga yang didatangi ke rumah harus memastikan kader pendata mengenakan masker serta menjaga jarak aman.

Baca Juga : Dalam Wujudkan Pembangunan Dan Kesra.

Adapun BKKBN melakukan pendataan keluarga sebagai amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan, Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga.

“Keluarga adalah bagian fundamental dalam masyarakat, agama, dan negara. Negara menjamin dan melindungi setiap warganya untuk mendapatkan haknya, dan pendataan keluarga ini dilakukan dalam usaha melindungi dan memenuhi hak tiap warga negara, termasuk keluarga,” ujar Kepala BKKBN.

Lebih lanjut Hasto menegaskan, Pendataan Keluarga Tahun 2021 penting dilakukan untuk memotret dan mengenali keluarga Indonesia. Selain itu, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala keluarga Indonesia dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

Baca Juga : Deswita Curug Huis Sejuk Nan Indah.

Pendataan tahun ini, lanjutnya, menyediakan profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, keluarga berisiko stunting, dan aspek kesejahteraan keluarga by name by address yang tidak tersedia secara lengkap pada sumber data manapun.

“Semua potensi dan tantangan keluarga merupakan potensi dan tantangan bagi bangsa. Maka kita lakukan pendataan untuk mengukur kualitas kemandirian dan kebahagiaan keluarga di Indonesia,” ujar Hasto.

Pendataan Keluarga Tahun 2021 dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia kepada seluruh keluarga Indonesia yang berjumlah kurang lebih 77,9 juta kepala keluarga. Petugas pendataan terdiri dari pemerintah dan masyarakat, yakni Petugas Lini Lapangan KB dari BKKBN dan Kader Keluarga Berencana, yang secara nasional terdiri dari 7.230 Manajer Pengelolaan PK Tk Kecamatan, 7.230 Manajer Data,83.441 Supervisor Tk Desa, dan 1,2 juta petugas kader pendata. 

Sumber : Setkab.(HUMAS BKKBN/UN)

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Dalam Wujudkan Pembangunan Dan Kesra, Wali Kota Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Keluarga


SUKABUMI MATANUSA -

Pembangunan yang baik diawali dengan perencanaan yang bagus dan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan data yang akurat. Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, seperti yang diunggah dalam situs resmi BKKBN saat meluncurkan program Pendataan Keluarga pada 1 April lalu.

Pendataan keluarga yang dimulai pada 1 April hingga 31 Mei 2021, bertujuan untuk menyediakan basis data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan keluarga.

Baca Juga : Deswita Curug Huis Sejuk Nan Indah.

Pada hari yang sama, program pendataan keluarga di Kota Sukabumi juga telah diluncurkan oleh Wali Kota, Achmad Fahmi. Wali Kota dalam unggahan media sosial Dinas Dalduk, KB, P3APM Kota Sukabumi, mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan pendataan keluarga. Ia juga memerintahkan para pimpinan perangkat daerah pada Pemerintah Kota Sukabumi untuk mendukung kelancaran pendataan keluarga.

Pendataan keluarga 2021 akan dilakukan dengan dua cara yakni melalui online dan offline dengan kunjungan ke rumah warga. Adapun tenaga pendata diantaranya adalah para petugas lini lapangan KB.

Sumber : Infokom/Diskominfo/Red

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Advertorial

Advertorial