LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat "Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN " 15 JUNI 2021. Ketua Umum DPP LCT-I DADANG KARTAWIJAYA - Ketua DPD LCT-I Jabar D.SOERYADARMA,Sm
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juni 2021

Gelar Pelatihan Kewirausahaan,Wali Kota Ajak Pelaku Usaha Dukung UMKM

Red

SUKABUMI KOTA MATANUSA -

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pada hari Senin, 7 Juni 2021, di Hotel Balcony.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Ayi Jamiat, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas UMKM, baik dari segi produksi, manajemen, teknologi, organisasi maupun keuangan. Dalam pelatihan yang diikuti oleh 30 orang peserta selama 3 hari tersebut, ditekankan pula agar  para pelaku UMKM terus berinovasi serta mengikuti perkembangan jaman terutama dari segi teknologi, sehingga dapat memperluas proses pemasaran produk baik melalui media sosial maupun e-commerce.

Baca Juga : Pengembangan SDM,Selama lima Hari Bupati Ikuti Pembekalan Kepemimpinan.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, saat membuka jalannya kegiatan, mengharapkan dengan adanya pelatihan ini, para UMKM Kota Sukabumi bisa tetap tumbuh dan berkembang sehingga dapat membantu proses pemulihan perekonomian pasca pandemi covid-19. Ia juga meminta para pelaku usaha lainnya seperti restoran dan hotel untuk turut mendukung para pelaku UMKM, dengan menyiapkan ruang khusus pemasaran produk UMKM.

Dalam pelatihan kewirausahaan ini para peserta akan mendapatkan materi dari Balai Diklat Provinsi Jawa Barat, Apdesi Jawa Barat, dan Grab.

Infokom/Diskominfo/Red

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Senin, 17 Mei 2021

Keluhkan Usaha Menurun Drastis Akibat Covid-19,Pengusaha Jaket Lakukan Strategi Pemasaran Melalui Medos dan Endors.

Reporter : Raden/Red

BOGOR MATANUSA -

Akibat wabah pandemi Corona yang melanda wilayah di seluruh indonesia selama hampir dua tahun terakhir,tampaknya berdampak besar bagi para pelaku usaha.

Baca Juga : Presiden Gencarkan Daerah Agar Testing.

Kali ini ,seperti halnya usaha konveksi rumahan Khekhe Colection Jaket Bogor milik Bubung Syaiful Arsyad warga Kampung Cisalopa RT 06 RW 02, Desa Pasir Buncit, Kecamatan Caringin,mengakui bahwa omset usaha nya alami penurunan drastis hingga 75 persen.

Kepada matanusa.net Bubung menceritakan, dalam kondisi seperti ini tidak ada pilihan lain bagi bubung selain mempertahankan usaha yang selama ini ditekuninya.kendatipun omset  usaha saya menurun, tapi saya tetap bersyukur dan akan berupaya tetap konsisten menjalani usaha ini."Karena dirinya yakin kondisi pandemi Covid -19 ini pasti akan berakhir", papar pria berusia 42 tahun yang telah menggeluti usahanya itu selama 10 tahun, di kediamannya, Senin (17/05/2021).

Lanjutnya ,dalam menghadapi situasi ini dirinya memasang strategi pemasaran melalui media sosial dan melalui endors. Menurutnya, dikondisi ini para pelaku usaha mikro dan menengah memerlukan hadirnya pemerintah untuk memberikan suport,

" Suport yang kami perlukan dari pemerintah yakni penyertaan modal tambahan, iklan melalui dinas dinas terkait, bela para pelaku UMKM dengan membeli produknya, jangan malah membeli produk dari luar daerah", tandasnya.

Baca Juga : Prihatin Atas Agresi Israel Terhadap.

Diakhir obrolan, Bubung memberikan kesempatan kepada masyarakat baik pribadi maupun komunitas yang akan memesan jaket hasil produksinya untuk datang langsung ke kediamannya, atau bisa menghubungi nomor wa di 081297982022.

Red/D2

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Rabu, 21 April 2021

Mampu Hasilkan Lebih dari 60 Persen PDB,Pemerintah Terus Dukung UMKM dan Ekonomi Kreatif Naik Kelas

 Presiden Jokowi singgah di sebuah toko kerajinan, di Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (16/03/2021) (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev).

NASIONAL MATANUSA -

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Sektor ini tercatat mampu menghasilkan lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Menilik potensi yang luar biasa besar, pemerintah memberikan berbagai dukungan untuk mendorong UMKM naik kelas dari penjual lokal menjadi penyuplai produk global.

“Ini bukan merupakan sesuatu yang mustahil atau sesuatu yang tidak terjangkau. Melalui berbagai upaya, maka usaha kecil menengah Indonesia diharapkan akan memiliki kepercayaan diri, pengetahuan, dan siap berkompetisi di pasar global”, ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pada acara Konferensi 500.000 Eksportir Baru secara virtual, Selasa (20/04/2021).

Baca Juga : Di Hari Kartini Sebagai Wujud Perhatian.

Dalam rangka mempermudah UMKM menembus pasar global, saat ini pemerintah tengah melakukan berbagai negosiasi Free Trade Agreement (FTA) untuk menghubungkan pasar Indonesia dengan pasar-pasar dunia. Pemerintah juga terus berupaya menyederhanakan aturan perizinan untuk memastikan kemudahan UMKM mengurus legalitas dari kegiatan usahanya, sehingga perizinan berlapis dan biaya sertifikasi dapat diminimalisir.

Selain itu, pemerintah juga menurunkan suku bunga untuk usaha kecil-menengah dengan harapan dapat membuka akses pembiayaan perbankan melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selanjutnya, pemerintah juga melakukan pendampingan dan pelatihan melalui Kementerian Industri, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, hingga Pemerintah Daerah.

Advertorial.

“Minimnya standar produk sesuai standar global menjadi penghalang bagi UMKM untuk bisa menembus pasar global. Juga dari sisi produksi terjadinya inkonsistensi serta tidak terjadinya kontinuitas dari produksi serta kualitas dari produknya. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan (kualitas) dan menambah anggaran di bidang riset dan pengembangan,” ujar Menkeu.

Baca Juga : Tujuan Sampaikan Inpres Jaminan Sosial.

Menggenapkan dukungan-dukungan sebelumya, pemerintah juga terus membangun infrastruktur teknologi informasi untuk mengurangi hambatan konektivitas yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Ini dilakukan agar UMKM di seluruh wilayah Indonesia dapat memperoleh informasi mengenai peluang pasar dan jangkauan pemasaran.

“Dengan pembangunan Nasional Logistic Ecosystem dan pembangunan infrastruktur, pemerintah berharap UMKM dapat meningkatkan  daya saing dan menurunkan biaya distribusi dan logistik,” pungkas Menkeu.

Sumber : Setkab/Red

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Senin, 12 April 2021

Melalui Kick Off Meeting SPBE,Wabup "Wujudkan Digitalisasi Layanan Publik Berkualitas Terpercaya"

Wakil Bupati Sukabumi,H.Iyos Somantri.

SUKABUMI MATANUSA -

Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden No 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Perangkat Daerah harus informatif kepada masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, akuntabel, transparan serta dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk mengimplementasikan hal tersebut, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (DKIP) Kab. Sukabumi menyelenggarakan Kick Off Meeting Penyusunan Road Map SPBE di salah satu hotel dikawasan Selabintana Sukabumi, Senin, (13/04/21).
Acara yang dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri itu menerapkan tatacara pelaksanaan kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan.


Dalam laporannya Plt. Kepala DKIP, H. Eki Radiana Rizki menyampaikan bahwa acara Kick Off Meeting ini selain diamanatkan regulasi juga untuk mengimplementasikan layanan pemerintah yang well information sekaligus mencerdaskan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
" Kick Off Meeting ini bertujuan menerapkan SPBE secara efektif sehingga terpenuhinya hak hak publik terhadap informasi, yang berkualitas, selain itu untuk membangun sinergitas antara pemerintah kab Sukabumi dengan Stakeholder dalam meningkatkan sumber daya manusia unggul dan terampil dalam pemanfaatan teknologi digital" jelasnya.
Sementara itu Wakil Bupati menekankan bahwa di era 4.0, digitalisasi menjadi perhatian besar dari semua kalangan termasuk pemerintah daerah untuk mempercepat dan mempermudah masyrakat dalam mengakses informasi secara cepat akuntabel,


"
Digitalisasi ini menuntut Pemerintah Pusat Dan Daerah agar mampu memanfaatkannya secara cepat dan tepat terutama dalam perbaikan pelayanan publik, oleh karena itu sebagai penguatnya pemerintah mengeluarkan Perpres no 95/2018 tentang SPBE" ungkapnya
Dengan adanya regulasi tersebut, tambah Wabup, diharapkan tata kelola Pemerintahan di Kab Sukabumi menjadi semakin baik, serta terwujudnya pelayanan Publik berkualitas dan terpercaya.
" Kita ingin Pemkab Sukabumi segera punya konsep tenang sistem dan aplikasi yang kuat dan terintegrasi, jadi melalui Kick Off Meeting ini kita ingin seluruh aplikasi ditiap Perangkat Daerah menjadi satu dalam SPBE yang di koordinasikan oleh Kominfosan" tambahnya.

Plt. Kepala DKIP, H. Eki Radiana Rizki.

Masih disampaikan Wakil Bupati, dalam percepatan mewujudkan Kab Sukabumi yang Maju, Religius dan Inovatip menuju masyarakat sejahtera lahir batin maka dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, semua Perangkat daerah dalam lingkup pemerintahan Kab Sukabumi dituntut untuk menciptakan manajemen pemerintahan yang responsif,

"Responsif terhadap hak publik terkait dengan kebutuhan teknologi Informasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kab Sukabumi" pungkasnya.
Diakhir acara dilaksanakan Penandatanganan Kesepakatan bersama implementasi SPBE Kab Sukabumi oleh Wakil Bupati diikuti oleh Plt. Kadis Kominfosan, Kepala Bagian Kerjasama dan Strategis Universitas Telkom Bandung, Juga Perangkat Daerah.


Sumber : Diskominfosan.Kabsi/Red

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT


Share:

Senin, 29 Maret 2021

Masa Pandemi, Pemkot Sukabumi Prediksi Ekonomi Pulih Dan Alami Peningkatan


SUKABUMI KOTA MATANUSA -

Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat melaksanakan High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah bersama jajaran Pemerintah Kota Sukabumi, pada hari Senin, 28 Maret 2021, di Balai Kota Sukabumi.

Baca Juga : Sampaikan Rencana Program H.Iyos FGD.

Dalam sambutannya Wali Kota Sukabumi memaparkan bahwa dalam situasi pandemi covid – 19, terjadi penurunan daya beli masyarakat yang diakibatkan beberapa faktor diantaranya akibat PHK, kebijakan bekerja dari rumah, kemudian penerapan PSBB serta PPKM. 

Namun demikian angka inflasi Kota Sukabumi cukup terkendali karena TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) melakukan beberapa langkah seperti memastikan harga tetap terjangkau dan pasokan bahan pokok penting lancar.  

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto, menjelaskan bahwa perekonomian Jawa Barat pada tahun 2021 di perkirakan meningkat signifikan seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi global dan nasional, dengan mengharapkan vaksin covid – 19 sebagai game changer yang akan meningkatkan optimisme pemulihan ekonomi.

Sedangkan ekonomi, 27 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, diprediksi terus membaik, apalagi Kota Sukabumi dengan PDRB 3,42 % pada tahun 2020, berpotensi terus meningkat, karena Kota Sukabumi memiliki keunggulan letak daerah yang strategis untuk pengembangan sektor perdagangan, keuangan dan transportasi.

Baca Juga : Verifikasi APE Bupati Motivasi Guna.

Hadir pada kesempatan acara tersebut, Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi,  Andri S Hamami, Sekretaris Daerah dan tamu undangan lainnya.

Sumber : Infokom/Diskominfo/Red

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Kamis, 25 Maret 2021

Ketika Melantik Pengurus,Bupati Sukabumi Ajak TP PKK Dan Dekranasda Berinovasi

SUKABUMI MATANUSA -

Berkaca Dari Covid 19 .
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami melantik Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi masa bhakti 2021-2026, Kamis (25/3/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Bale Budaya Pudak Arum tersebut, disiarkan pula secara daring.TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sukabumi masa bhakti 2021-2026 diketuai oleh Hj. Yani Jatnika Marwan.
H. Marwan Hamami mengatakan, TP PKK dan Dekranasda di pengurusan baru ini, harus menciptakan berbagai terobosan. Terutama di bidang digitalisasi untuk mempermudah berbagai akses.

"Pandemi covid 19 harus menjadi pengalaman untuk membuat berbagai terobosan program. Terutama berkaitan teknologi," ujarnya.
Menurut H. Marwan, Dekranasda bisa membuat terobosan dari segi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi dalam pemasaran berbagai produk UMKM.
"Berbagai platform daring bisa dimanfaatkan dalam membantu pemasaran produk UMKM. Sehingga, produk kerajinan asal Kabupaten Sukabumi bisa bersaing secara lebih luas," ucapnya.

Dekranasda merupakan organisasi nirlaba yang membantu mengembangkan produk kerajinan di daerah.
"Dekranasda bisa membantu Kabupaten Sukabumi dalam menjual dan mengembangkan program kerajinan masyarakat," ucapnya.

Apalagi, pasar kerajinan dan UMKM di Kabupaten Sukabumi berpotensi besar menyejahterakan masyarakat. Apalagi dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cikidang dan KEK Pariwisata Lido ditambah keberadaan geopark.
"Keberadaan semua ini, bisa menghidupkan UMKM dan menyejahterakan masyarakat," ungkapnya.
Hal tersebut menurutnya, dapat didorong pemerintah daerah. Terutama dalam membuat regulasi kebijakan untuk mengakses pasar, pendanaan, dan pelatihan.
"Tugas pemerintah membantu masyarakat untuk bersaing dan membuat terobosan. Jadi, orang Sukabumi harus bangga buatan Sukabumi," bebernya.
Selain itu, TP PKK pun dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Di antaranya mengurangi angka kematian ibu dan anak.
"Termasuk pengentasan stunting di Kabupaten Sukabumi. Selamat bekerja untuk pengurus TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sukabumi masa bhakti 2021-2026," terangnya.

Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sukabumi Hj. Yani Jatnika Marwan mengajak, pengurus TP PKK untuk lebih meningkatkan kapasitasnya dalam pengelolaan gerakan TP PKK. Terutama dalam menghadapi masalah keluarga di masyarakat secara masif.
"Sehingga, gerakan PKK dapat dirasakan masyarakat. Termasuk menyadarkan masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan, pencegahan stunting, dan mencegah masalah kenakalan remaja atau anak," bebernya.
Menurut Hj Yani, kepengurusan kali ada terdapat sedikit perubahan nomenklatur. Sehingga tidak ada lagi nama wakil ketua ataupun anggota PKK.

"Wakil ketua diganti menjadi ketua bidang. Sementara anggota diganti menjadi pengurus," terangnya.
Selain itu, Hj Yani mengajak Dekranasda berinovasi dalam penjualan produk kerajinan Kabupaten Sukabumi. Terutama lewat digitalisasi pasar kerajinan.
"Dekranasda merupakan organisasi yang berkiprah dalam memasilitasi, membina, dan menumbuh kembangkan pelaku usaha dalam bidang kerajinan. Semua ini ditandai dengan kepedulian untuk meningkatkan potensi UMKM," pungkasnya.


Sumber : Diskominfosan Kabsi/Red.

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT
Share:

Saat Lantik Pengurus P2TP2A,LKKS Dan Forum Anak,Bupati Minta Inovasi Layanan Prima Bagi Masyarakat

SUKABUMI MATANUSA -

Hj. Yani Jatnika Marwan resmi menjabat Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Sukabumi masa bhakti 2021-2026, dan Bunda Forum Anak Kabupaten Sukabumi pasca di lantik oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami di Bale Budaya Pudak Arum, Kamis (25/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, H. Marwan Hamami pun mengukuhkan Narendra Wijaya sebagai ketua Forum Anak Kabupaten Sukabumi.


H. Marwan Hamami mengatakan, lembaga-lembaga yang dilantik hari ini, merupakan kepanjangan tangan pemerintah. Terutama dalam membantu percepatan pelayanan kepada masyarakat.
"Lembaga yang dilantik berkontribusi membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, para pengurus lembaga yang hari ini dilantik harus berinovasi. Termasuk berpikir ke depan dalam berbagai hal.
"Semoga di kepengurusan yang baru ini, ada perubahan sangat baik. Terutama dalam perlindungan perempuan dan anak," ucapnya.
H. Marwan pun mengingatkan, seluruh pengurus bisa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan perangkat daerah terkait. Termasuk perangkat daerah yang membantu pencapaian target ke depannya.
"Semoga ke depan tidak ada lagi berbagai persoalan di Kabupaten Sukabumi. Seperti halnya tidak ada masalah trafficking hingga pelecehan seksual," ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, H. Marwan berterima kasih atas hadirnya Forum Anak Kabupaten Sukabumi. Forum tersebut, menurut H. Marwan akan menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
"Terima kasih hadirnya Forum Anak Kabupaten Sukabumi yang diperkuat Bunda Forum Anak Kabupaten Sukabumi. Sehingga kita bisa saling menguatkan," pungkasnya.

Sumber : Diskominfosan Kabsi/Red.

Print Friendly and PDF


BERITA INFORMASI RAKYAT

Share: