LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA Mengucapkan Selamat " Hari Dharma Wanita Nasional" (5 Agustus 2021) Ketua Umum LCT-Indonesia DADANG KARTAWIJAYA ,Ketua DPD JABAR D.Soeryadarma,SM
Tampilkan postingan dengan label Berita Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Video. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juni 2021

Sebagai Langkah Study Banding,DPRD Kab.Sukabumi Lakukan Kunker Ke Kabupaten Tasikmalaya

Red/d2

SUKABUMI MATANUSA -

Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Kependudukan dan Catatan sipil lakukan kunjungan kerja ke Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya.

Hal ini sebagai langkah studi banding untuk pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan Pemkab Sukabumi terkait Administrasi Kependudukan (Adminduk) demikian dikatakan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana,Selasa (15/6/21).


Lebih lanjut,Pada kesempatan Lawatan, tersebut, "DPRD sedang membahas Raperda Perubahan atas Perda Nomor 10 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Adminduk. Kami diajak Disdukcapil Kabupaten Sukabumi selaku mitra kerja untuk studi banding di Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya,” Ucap Politisi PPP itu saat dihubungi melalui Phone selularnya.

Masih dijelaskanya,secara referensi dari Kementerian Dalam Negeri RI, Kabupaten Tasikmalaya memiliki capaian kinerja cukup baik terkait Adminduk. Kendati sempat mengalami hal yang sama dengan daerah lain, yakni kelangkaan blanko e-KTP pada umumnya.


"Pada intinya, Tasikmalaya secara implementasi Raperda sudah beres. Tasikmalaya sudah menganut tidak ada sistem bayar. Untuk itu revisi Perda di Kabupaten Sukabumi karena adanya denda bayar tentang keterlambatan pembuatan akta kelahiran. Semoga hasil kunker ini bisa diterapkan di Kabupaten Sukabumi,” terang Andri.

Lebih jauh,menurut Andri,bahwa Raperda ini menyangkut hajat hidup orang banyak terkait Adminduk yang mencakup, KK, KTP, dan akta kelahiran tanpa denda jika terlambat.

Diakuinya ,Adminduk di Kabupaten Sukabumi akan lebih baik lagi ke depan dari pada kabupaten/kota yang lain di Jabar. Apalagi bisa kita ketahui bahwa Kabupaten Sukabumi sudah menyandang predikat terbaik keempat saat ini,Ungkapnya.


Masih dikatakan Andri,Dengan luas wilayah Kabupaten Sukabumi ini, saya harap ada perhatian lebih dari pemerintah pusat. Salah satunya dengan optimalisasi pelayanan Adminduk yang dimaksimalkan di setiap kecamatan. Sehingga masyarakat tidak perlu menempuh jarak yang jauh menuju dinas untuk mengurus Adminduk,harapnya.

Selain usulan Raperda Perubahan atas Perda Nomor 10 tahun 2021, pihak PRD Kabupaten Sukabumi juga masih membahas Raperda Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Agro Sukabumi Mandiri; Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda BPR Sukabumi; dan  Pengelolaan Zakat;


Selanjutnya Perubahan Kedua atas Perda Nomor 7 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sukabumi; Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2021-2026; dan Tetang Pemilihan Kepala Desa,Jelasnya.

Red/Setwan.

Print Friendly and PDF

BERITA INFORMASI RAKYAT



Share:

Senin, 27 April 2020

LCT- INDONESIA BERSAMA KITA MAJU

DI RUMAH SAJA,JANGAN MUDIK,JANGAN PULANG KAMPUNG 



 
               Mari Kita Menunaikan Ibadah Puasa

                                       Ramadhan 1441 H 



Ketua DPP LCT Indonesia                                      Ketua DPD LCT-Indonesia ,Jabar                                               


Dadang Kartawijaya                                                            D.Soeryadarma Sm

 
   


Share:

Minggu, 26 April 2020

Panduan Puasa dan Lebaran di Tengah Pandemi


DISIPLIN YANG KUAT BIKIN CORONA CEPAT MINGGAT  





Share:

Sabtu, 25 April 2020

Menemani malam Anda Bersama Keluarga


Share:

Sabtu, 18 April 2020

Cegah COVID-19 Warga Jakarta Utara Diminta Jadi Garda Terdepan


Jakarta Matanusa - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati mengubah persepsi garda terdepan dalam menghadapi wabah Coronavirus Disease (COVID-19). Bukan lagi tim medis, kini garda terdepan itu adalah masyarakat.
"Saat ini memang kami jajaran kesehatan selalu dikaitkan sebagai garda yang terdepan dalam menangani COVID-19. Padahal kami adalah benteng terakhir. Yang di depan harusnya masyarakat," tegas Yudi, saat ditemui di Kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, Jumat (17/4).
Maksudnya, dijelaskan masyarakat harus menjalankan segala aturan yang dianjurkan pemerintah dalam menekan angka penyebaran COVID-19. Mulai dari berdiam diri di rumah, menggunakan masker saat mendesak ke luar rumah masker, hingga disiplin menerapkan PSBB, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Virus ini (COVID-19) memang tidak terlihat. Tapi lokasi penyebaran terlihat. Pembawa virusnya juga manusia. Ayo kita sama-sama mencegah agar jumlah kasus semakin turun,” jelasnya.
Hingga saat ini, diterangkannya angka kasus COVID-19 di Jakarta Utara tergolong kecil dibanding empat wilayah lainnya di DKI Jakarta. Namun angka tersebut dinamis seiring dengan kedislipinan masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan COVID-19.
“Saya sangat meminta masyarakat benar-benar disiplin menaati aturan yang telah dianjurkan masyarakat. Saat ini memang angka kasus di Jakarta Utara hanya 10 persen dibandingkan total keseluruhan di DKI. Atau dibawah 200 kasus dari total keseluruahan di DKI. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa bertambah jika masyarakat tidak disiplin,” tutupnya.
laporan : Sanudin/komju

Share:

Advertorial

Advertorial